
Bacaan I: Ul. 30:10-14, Bacaan II: Kol. 1:15-20, Bacaan Injil Luk. 10:25-37
KASIH ITU BERTINDAK (Lukas 10:25-37)
Mari telaah batin kita ketika fajar dan seusai doa doa pagi. Di relung relung batin kita ada berbagai pertanyaan tentang apa yang kita telah perbuat ketika pelayanan kasih yang diajarkan Yesus meminta kita untuk bertindak.
Alasan yang sering muncul adalah: kesibukan, ada urgensi prioritas atas kebutuhan pribadi, enggan memikul tanggung jawab, takut dimanfaatkan dan sebagainya, yang menjadikan pembenaran kita untuk tidak melakukan tindakan kasih.
Dalam injil Lukas 10: 31-32. Yesus menemukan kesalahan- kesalahan yang ada pada waktu itu, di mana orang lebih menghindari diri terhadap tanggung jawab iman dan lebih memprioritaskan kepada image pribadi, seorang Imam, dan orang dari suku Lewi (seorang suku Lewi adalah pelayan peribadatan di Rumah Tuhan orang Yahudi yang dituntut selalu tahir) mereka menghindarinya karena orang Samaria bukan keturunan asli bangsa Israel jadi tidak perlu diutamakan. Mereka menghindarinya agar tidak dianggap najis.
Dalam perumpamaan ini Yesus juga menegaskan bahwa sesama kita adalah siapapun juga, tanpa pembedaan suku maupun agama. Dan kasih ini bukan terlihat dari bagaimana kita mengasihinya, seperti merasa kasihan, atau mempunyai perasaan simpati; tetapi kasih adalah sebuah tindakan, bertindak dalam kasih harus berani melakukan sesuatu yang nyata, dan penuh risiko serta konsekuensi.
Mari kita bertanya kepada diri kita. Apakah kita mempunyai kerendahan hati dan kejujuran yang cukup untuk mengakui kekurangan dan kesalahan kita? Ataukah, kita masih sibuk membela diri? Karena “terbiasa” membela diri maka sikap buruk ini menjadi sesuatu yang spontan dan refleks dilakukan seperti imam dan seorang Lewi dalam perumpamaan hari ini.
Kasih tidak bergantung kepada keadaan di luar kita, tapi kepada keputusan dalam diri kita. Pilihan ada di tangan kita, Roh Kudus pun tidak dapat memaksakan kita. Biarlah kita belajar bertindak dalam kasih kepada sesama kita.
Kita boleh menyimpulkan bahwa tindakan kasih berisikan tindakan secara rohani dan tindakan jasmani. Beberapa tindakan kasih secara rohani yang mungkin kita sering lakukan; menghibur sesama kita yang berduka, atau dengan sabar menerima kesalahan atau kekurangan orang lain. Sedangkan tindakan kasih secara jasmani antara lain memberi makan sesama kita yang kelaparan, mengunjungi mereka yang sakit dan membantu meringakan dengan sharing pemberian bantuan dana pengobatan. Di antara tindakan kasih yang menyangkut rohani dan jasmani ini, tentu yang rohani mempunyai tempat yang lebih utama, walaupun yang jasmani juga bukannya tidak penting. Sebab perbuatan kasih yang menyangkut rohani ini berkaitan dengan membawa seseorang kepada keselamatan.
Oleh : Inigo Roesli (IR)




