
Bacaan I : Kej. 18:20-32; Bacaan II : Kol. 2:12-14; Bacaan Injil : Luk. 12:13-21
Memelihara integritas dengan Allah bukan Mamon
Hidup dengan kelimpahan harta merupakan anugerah yang luar biasa. Dengan harta yang dimiliki, seseorang mampu melakukan banyak hal. Bisa jadi semua yang diinginkannya mampu diraih dan apapun yang diharapkan bisa tercapai.
Kekayaan adalah berkat dari Allah sendiri. Kekayaan adalah buah dari usaha dan perjuangan yang membutuhkan ketekunan dan keuletan. Kekayaan adalah bagian indah dalam kehidupan. Kiranya semua orang mempunyai keinginan untuk menjadi orang kaya dan tidak sedikit orang yang berusaha untuk menjadi kaya.
Perihal “Kekayaan” Yesus dengan jelas memperingatkan untuk tidak memiliki dua tuan, yaitu Allah dan mamon. Kita bisa berkaca pada diri sendiri bagaimana sikap kita, dari cara kita menggunakan uang. Jangan biarkan uang mengambil tempat Allah dalam hidup kita. Jangan mengambil persepsi menganggap bahwa kekayaan merupakan tanda perkenan Allah.
Aktualisasi sikap kita untuk mengikut Allah, bukan hanya untuk memanfaatkan-Nya dan mewujudkan berbagai keinginan kita. Waspada untuk tidak memperalat Allah demi memuaskan hasrat dan nafsu kedagingan kita. Padahal, Allah adalah pemilik hidup kita.
Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita. Kita hanya bisa mengusahakan untuk memiliki sesuatu di bumi ini. Bisa saja kita mempunyai banyak asuransi, uang tabungan, dan kekayaan, akan tetapi, hanya Allah pemilik kehidupan kita.
By : Inigo Roesli (IR)




