
Bacaan I : Yeh. 17:22-24; Bacaan II : Kor. 5:6-10;
Bacaan Injil : Mrk. 4:26-34.
HIDUP DALAM IMAN DAN PENGHARAPAN
Ketidaktaatan bangsa Israel membuat mereka harus menjalani hukuman. Namun Allah berjanji pada waktunya nanti Dia akan memulihkan Israel. Melalui nabi Yehezkiel Allah menyampaikan janji-Nya yang menakjubkan: "Aku sendiri akan mengambil carang dari puncak pohon aras yang tinggi, dan aku akan menanamnya di atas gunung Israel yang menjulang tinggi” (Yeh 17:22). Nubuat ini menggambarkan bagaimana Allah membangun kembali dan memberikan kehidupan baru bagi Israel dari yang tampaknya kecil dan tak berarti. Allah menunjukkan kuasa-Nya untuk merendahkan yang tinggi dan meninggikan yang rendah, membalikkan keadaan sesuai kehendak-Nya.
Kemahakuasaan Allah disampaikan dalam Injil Markus melalui dua perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Dalam perumpamaan pertama, Yesus menjelaskan bagaimana benih tumbuh tanpa campur tangan manusia: "Tanah itu dengan sendirinya mengeluarkan buah" (Mrk 4:28). Ini menunjukkan bahwa Kerajaan Allah berkembang dengan cara-Nya sendiri yang seringkali tidak kita pahami. Perumpamaan kedua tentang biji sesawi menekankan bahwa hal-hal kecil yang tampaknya tidak signifikan bisa tumbuh menjadi sesuatu yang besar dan berpengaruh: “... ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari segala sayuran yang lain dan menjadi sarang dan naungan bagi burung-burung di udara" (Mrk 4:31-32).
Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, rasul Paulus menekankan hidup yang berlandaskan iman. "Sebab hidup kami ini adalah hidup karena iman, bukan karena yang kelihatan." (2 Kor 5:7). Melalui surat ini Paulus mengingatkan bahwa tujuan hidup para pengikut Kristus adalah menjalani hidup yang berkenan di hadapan-Nya dan pada saatnya nanti kita akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita kepada-Nya.
Bacaan-bacaan ini mengajak kita untuk hidup dalam iman dan pengharapan dan menyadari arti kemahakuasaan Allah. Dia adalah Allah yang bekerja dengan cara yang misterius, seringkali di luar pemahaman kita. Namun, kita harus percaya bahwa setiap langkah dalam hidup kita berada dalam rencana-Nya yang sempurna.
Apakah kita telah menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah dan membiarkan-Nya bekerja dalam diri kita? Marilah kita memohon agar diberi iman yang kuat dan pengharapan yang teguh, agar kita dapat melihat dan merasakan kehadiran dan karya Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita. Sebagai anak-anak Allah, mari kita terus bertumbuh dalam iman dan percaya bahwa Allah selalu menyertai dan memelihara kita. [Suhito Tjiu]




