
Bacaan I : Kej. 3:9-15; Bacaan II : Kor. 4:13-5:1;
Bacaan Injil : Mrk. 3:20-35.
INJIL YANG PERTAMA
Kasih Allah kepada manusia mengalami puncaknya dengan kehadiran Yesus yang menumpahkan darah-Nya di Golgota. Sang Firman yang turun ke dunia sebagai manusia mengalami sengsara dan wafat sebagai penebusan dosa-dosa manusia. Kebangkitan-Nya pada hari ketiga merupakan lambang kemenangan atas dosa dan pulihnya hubungan antara manusia dengan Allah.
Kedatangan-Nya sebagai kabar sukacita telah diwartakan selama berabad-abad oleh para nabi. Namun kabar sukacita yang pertama disampaikan oleh Allah sendiri di Firdaus saat manusia jatuh ke dalam dosa. Bacaan pertama mengisahkan bagaimana kabar sukacita itu disampaikan sesaat setelah kejatuhan manusia. Saat itu Allah bersabda kepada ular si penggoda bahwa “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya" [Kej 3:15]. St Ireaneus menyebutkan firman ini sebagai Protoeuaggelion atau kabar sukacita yang pertama yang menyiratkan janji keselamatan melalui sosok mesias.
Kehadiran seorang mesias ditengah manusia seharusnya dihormati, dihargai dan disyukuri karena Dia adalah sosok yang menyelamatkan manusia. Bacaan Injil hari ini justru mengisahkan sebaliknya di mana Yesus dituduh menggunakan kuasa penghulu setan untuk mengusir setan [Mrk 3:22b]. Sebuah tuduhan yang tidak berdasar dari para ahli taurat yang dijawab langsung oleh Yesus “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?” [Mrk 3:23]. Yesus mengetahui bahwa kehadiran-Nya ditolak oleh para ahli taurat. Menanggapi hal ini Yesus mengajarkan bahwa semua dosa akan diampuni kecuali dosa karena menghujat Roh Kudus. Seperti apa dosa menghujat Roh Kudus ini? St. Yohanes Paulus II menjelaskan “Dosa menghujat Roh Kudus bukan “melawan Roh Kudus lewat perkataan, tetapi menolak menerima keselamatan yang ditawarkan Allah melalui Roh Kudus, yang bekerja melalui kuasa Salib Kristus. Kalau manusia menolak ‘insyaf dari dosa’ yang timbul dari Roh Kudus.. ia juga menolak datangnya Roh Kudus; yang datangnya terwujud dalam Misteri Paskah [Kristus]. ”
Kerahiman Allah tidak mengenal batas. Dia telah menyediakan tempat abadi di surga, seperti yang disampaikan rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus [2Kor 5:1]. Tetapi semua itu hanya diberikan kepada mereka yang menerima tawaran keselamatan-Nya. Anda termasuk yang mana? Menerima atau menolak? Selamat hari Minggu. [CT]




