
Bacaan I : Ayb. 38:1.8-11; Bacaan II : 2Kor. 5:14-17;
Bacaan Injil : Mrk. 4:35-40.
KEKUASAAN
Kekuasaan merupakan salah satu daya tarik yang luar biasa bagi sebagian besar manusia. Kekuasaan berkarib dengan kenikmatan hidup, kehormatan dan pengaruh kepada orang-orang yang berada di bawah naungannya. Kursi kekuasaan menjadi tempat yang empuk untuk diduduki namun juga panas. Sejarah mengisahkan jalan menuju kursi tersebut sering kali basah oleh darah. Namun seperti uang, kekuasaan sesungguhnya bersifat netral, tergantung siapa yang berada di baliknya.
Bacaan Injil hari ini dengan jelas menegaskan bahwa seorang penguasa sejati menggunakan kekuasaannya untuk melindungi mereka yang lemah. Bukan memperalatnya. Yesus sang penguasa alam semesta melindungi para murid-Nya yang saat itu sedang panik karena amukan angin topan yang dahsyat saat mereka sedang berada di perahu. Begitu dahsyatnya sampai air masuk ke dalam perahu. Dalam kepanikannya, para murid membangunkan Yesus yang kemudian menghardik angin tersebut. Seketika angin reda dan danau menjadi teduh.
Kuasa Yesus atas alam semesta sesuai dengan apa yang ditulis di dalam kitab Ayub di dalam bacaan pertama. Jika perikop ini dibaca secara utuh maka akan tersaji dengan lengkap bagaimana TUHAN menyatakan kekuasaan-Nya atas alam semesta seperti pada ayat ini Ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya, Aku menetapkan batasnya dan memasang palang dan pintu. [Ayb 38:9-10].
Kekuasaan-Nya yang tidak terbatas itu kemudian digunakan-Nya untuk menyelamatkan manusia yang dikasihi-Nya. Manusia yang menunjukkan ketidaktaatan di Eden dan setelah itu hidup dalam kematian karena keterpisahan mereka dengan Allah, menerima anugerah keselamatan berkat kematian Yesus Kristus. Rasul Paulus menyampaikan hal ini kepada jemaat di Korintus demikian “Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” [2Kor 5:15]
Kekuasaan duniawi memang menyilaukan dan membuat kagum. Pesonanya membuat menggoda siapa saja untuk jatuh ke dalam pelukannya. Yesus telah menunjukkan wibawa dan konsistensi-Nya menolak kekuasaan duniawi saat dicobai di padang gurun. Karena Dia tahu bahwa penguasa dunia adalah si jahat. Siapapun akan menerima kekuasaan dunia asalkan menyembahnya.
Yesus telah memberi teladan bagaimana menggunakan kekuasaan dengan baik dan benar. Semoga teladan-Nya dapat kita ikuti di sepanjang hidup kita. Amin. [CT]




