Menjadi Cinderella

Bacaan I: Ul. 26:4-10; Bacaan II: Rm. 10:8-13; Bacaan Injil: Luk. 4:1-13.
Menjadi Cinderella
Kita semua tentu pernah mendengar dongeng legendaris Cinderella (Upik Abu), nama Cinderella itu berasal dari bahasa Latin Cinder = abu, dan Puella = gadis remaja. Dalam kisah itu diceritakan seorang gadis yang harus mengalami berbagai penderitaan dan hinaan sebelum akhirnya dia mendapatkan kehormatan menjadi istri seorang pangeran. Tentunya kita bisa mengira kalau kisah itu dibuat sebagai bahan pelajaran untuk anak-anak dengan terinspirasi masa prapaskah kita yang dimulai dengan Rabu Abu dan diakhiri kemenangan Paskah.
Dalam Injil hari ini dikisahkan Yesus dibawa Roh Kudus ke padang gurun untuk tinggal dan berpuasa selama empat puluh hari lamanya, terinspirasi dari itulah kita melakukan pantang dan puasa selama masa Prapaskah. Dalam jaman modern ini, mengapakah kita masih perlu berpuasa dan berpantang?
Paus Fransiskus mengatakan berpantang dan berpuasa, yaitu meninggalkan pengejaran kepuasan dan kesenangan diri dapat membantu kita mendengarkan suara Tuhan dalam hidup kita, dan menjalani hidup bermartabat seperti tema Prapaskah “Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat”.
“Bahaya besar di dunia dewasa ini, yang diliputi oleh konsumerisme, adalah kehancuran dan kesedihan yang lahir dari hati yang tamak akan kepuasan diri, pengejaran kesenangan yang sembrono, dan nurani yang tumpul. Ketika kehidupan batin kita terperangkap dalam kepentingan dan kepeduliannya sendiri, tidak ada lagi ruang bagi sesama, tidak ada lagi ruang bagi orang miskin. Suara Tuhan yang lirih tidak akan lagi terdengar, sukacita dan kasih-Nya tidak lagi terasa, serta keinginan untuk berbuat baik memudar. … Itu bukanlah cara untuk menjalani kehidupan yang bermartabat dan terpenuhi; itu bukan kehendak Allah bagi kita, juga bukan kehidupan dalam Roh yang bersumber dari Kristus yang bangkit....
Saya mengundang semua orang Kristen, di mana saja, pada saat ini, ke pertemuan pribadi baru dengan Yesus Kristus, atau setidaknya keterbukaan untuk membiarkan Dia bertemu denganmu; Saya meminta Anda semua untuk melakukan ini tanpa gagal setiap hari.” – Surat Apostolik Evangelii Gaudium - Sukacita Injil - Paus Fransiskus




