
Bacaan I: Sir. 27:4-7; Bacaan II: 1 Kor. 15:54-58; Bacaan Injil: Luk. 6:39-45.
Digoyang-goyang
“Kalau ayakan digoyang-goyangkan maka sampahlah yang tinggal”, kalimat pertama dari bacaan pertama hari ini sungguh menarik. Kalau dipikir-pikir, bukankah saat-saat ini kita juga merasa seperti sedang dalam ayakan yang digoyang-goyangkan kian kemari? Ada banyak berita, tulisan, forwardan yang mengarahkan pikiran kita kian kemari pada saat suasana politik yang sedang menghangat ini. Bukankah nasihat dari bacaan pertama ini mengatakan agar kita jangan mau bertahan digoyang-goyangkan, karena akibatnya kita hanya akan menjadi bagian dari sampah atau hoax belaka?
Atau sebaliknya, mungkin kita sudah memiliki pilihan atau pendapat sendiri dan berpikir itu adalah pendapat terbaik dan semua orang seharusnya mengikuti pikiran kita, sayangnya bukankah kita akan seperti yang dikatakan Yesus hari ini: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?” yang berarti kita hanya akan terjebak dalam perdebatan siapa yang benar dan siapa yang salah, atau malah selalu mempersalahkan pihak yang kita rasa adalah lawan kita. Tentunya memiliki pemahaman yang cukup akan situasi yang ada di sekitar kita adalah penting, tetapi terjebak dan larut dalam berbagai pendapat bukanlah pilihan yang bijaksana.
Tiga hari lagi kita akan masuk kedalam masa Prapaskah dimulai dengan hari Rabu Abu. Saatnya kita untuk mulai menata pikiran kita, untuk keluar dari gonjang-ganjing ayakan di sekitar hidup kita. Karena mengikuti gonjang-ganjing itu bukanlah tujuan hidup kita, karena dengan larut dalam gonjang-ganjing itu kita akan melupakan yang penting bagi kita, yaitu “berbuah”, seperti yang dikatakan Yesus hari ini: “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya.” Dan disimpulkan dengan baik oleh Rasul Paulus pada bacaan hari ini: “giatlah selalu dalam pekerjaan”, bukan giatlah dalam perguncingan, perdebatan (atau per-forward-an), sebab: “jerih payahmu tidak (akan) sia-sia”. – aj.




