
Bacaan I: Yes. 40:1-5,9-11; Bacaan II: Tit. 2:11-14, 3:4-7; Bacaan Injil: Luk. 3:15-16,21-22.
Pembaptisan Yesus
Bacaan Injil Minggu ini [Luk.3:15-16,21-22] mengisahkan kembali kepada kita bagaimana Allah memperkenalkan Putra- Nya terkasih Yesus kepada publik melalui pembaptisan oleh Yohanes Pembaptis. Momen pembaptisan juga sekaligus menjadi peresmian tugas pelayanan-Nya [bdk.Mat.21:23-27 - tentang jawaban Yesus saat para tetua dan imam kepala menanyai Dia terkait kompetensi dan kuasa-Nya. Ketika itu Yesus sedang mengajar di Bait Allah]. [Luk.3:21-22 "Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas- Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
Peristiwa pembaptisan Yesus oleh sejumlah ahli tafsir kitab suci disebut pula sebagai suatu tindakan simbolis yang melambangkan keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Tindakan Yesus ini menjadi simbol Israel baru atau tanda keselamatan. Apa yang bisa kita petik dari kisah pembaptisan Yesus itu bagi tumbuh kembangnya iman kita?
Peristiwa pembaptisan Yesus mengajak kita untuk selalu mengingat, menyadari dan memperbarui relasi kita dengan Allah. Pembaptisan atas nama Bapa Putera dan Roh Kudus membawa kita masuk ke dalam karya keselamatan Allah lewat wafat dan kebangkitan-Nya. Kita pun menyatu dalam keluarga kudus Allah melalui baptisan. Apa konsekuensinya bagi kita yang sudah dibaptis dan telah menjadi satu dalam keluarga kudus Allah?
Tak ada pilihan lain, kita harus meneladani hidup Yesus dalam seluruh kehidupan kita sehari-hari. Yesus berkata, "Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." [Yoh.4:34]. Artinya, apa yang Yesus lakukan itu dalam bingkai satu kesatuan dengan Allah.
Itulah sejatinya tujuan inti baptisan kita, agar kita hidup dalam persatuan dengan Bapa. Setelah dibaptis, mestinya kita segera meninggalkan cara hidup lama dan menjadi manusia baru [Kol.3:5-17].
Hidup meneladani Yesus di kehidupan nyata pastilah tidak mudah. Tapi tidak berarti tak mampu kita lakukan. Kita yakin Roh Kudus selalu membimbing kita. Selamat berhari Minggu dan selamat mengikuti perayaan Ekaristi Suci. Tuhan memberkati. (VH)




