p>
Bacaan I: Yes. 62:1-5; Bacaan II: 1 Kor. 12:4-11; Bacaan Injil: Yoh. 2:1-11.
Meneladani Iman Maria Dalam Mukjizat di Kana
Hari Minggu ini kita diajak merenungkan Sabda Tuhan tentang peristiwa Pesta Perkawinan di Kana [Yoh 2:1-12]. Yohanes menceritakan saat pesta perkawinan, tuan rumah kehabisan anggur. Pesta perkawinan adat Yahudi pada jaman itu, biasanya digelar selama sepekan. Keberadaan minuman anggur berkualitas baik (yang tidak memabukkan) menjadi keharusan. Anggur menjadi simbol suka cita. Di hari ketiga, tuan rumah kehabisan anggur. Tentu ini amat memalukan. Maria ibunda Yesus yang hadir di pesta itu meminta Putranya untuk berbuat sesuatu. [Yoh.2:3-5] Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya, "Mau apakah engkau daripada-Ku, ibu? Saatku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
Kehadiran Yesus pada pesta perkawinan di Kana, Galilea, yang dicapai Yesus tiga hari perjalanan dari tempat pembaptisan-Nya menjadi sangat penting. Di Kana inilah pertama kalinya mukjizat Yesus (mengubah air menjadi anggur dinyatakan). Inilah tanda kemuliaan-Nya yang pertama. Apa yang bisa dipetik sebagai bahan permenungan bagi kehidupan iman kita dari kisah ini?
Iman Bunda Maria. Bunda Yesus ini jelas amat mengenal Putranya. Bukan saja karena ia yang mendidik Dia sejak bayi, tapi juga Sang Mempelai Roh Kudus inilah yang mengandung dan melahirkan Sang Putra. Bunda yang telah mengasihi Sang Sabda dalam kandungannya. Maria telah menyatu dan menjalani Sabda Tuhan setiap hari dalam kehidupannya. Sebagai ibu, Maria juga mendapingi Yesus hingga perjalanan akhir di bawah kayu salib dan tempat pemakaman-Nya.
Dalam menjalani kehidupan ini, selalu ingatlah kepada Tuhan. Hadirkan Yesus dalam hidup kita, bermohonlah kepada-Nya dengan bahasa yang sederhana seperti Bunda Maria, "Mereka kehabisan anggur." dan dengan penuh keyakinan ibu Yesus lalu berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" Itulah iman sejati. Apakah kita sudah mengenal betul Tuhan Yesus dan mengimaninya dalam kehidupan kita? (VH)




