APAKAH KAMU TIDAK MAU PERGI JUGA ?

Bacaan I. Yos. 24:1-2a,15-17,18a; Bacaan II. Ef. 5:21-32;
Bacaan Injil. Yoh. 6:60-69.
APAKAH KAMU TIDAK MAU PERGI JUGA ?
Injil Yohanes hari ini mengisahkan aneka reaksi orang-orang termasuk para murid-Nya mengenai pengajaran Yesus tentang Roti Hidup. Roti yang Dia berikan adalah diri-Nya sendiri, hidup-Nya sendiri. Ia berkata :”Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yoh 6:58). Mendengar kata-kata Yesus ini terdengar reaksi :“Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”. Bahkan dikatakan :”Banyak murid-murid Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia” (Yoh 6:66).
Mereka mengikuti Yesus, karena ingin melihat dan mengalami mujijat seperti penyembuhan dan penggandaan roti, yang akan memberikan kesejahteraan bagi mereka, tentu sangat sulit untuk bisa memahami perkataan Yesus yang jauh melebihi pemikiran dan harapan mereka.
Karena itu, Yesus mengumpulkan keduabelas murid-Nya :”Apakah kamu tidak mau pergi juga ?” Petrus menjawab-Nya:”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi ? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yoh 6:68-69).
Bagaimana dengan kita saat ini ? Ajaran Yesus dan Gereja sering dirasakan sangat sulit dipahami dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern ini. Bagaimana kita bisa menghayati hadirnya Yesus sendiri dalam Sakramen Ekaristi berupa hosti kudus yang boleh disantap sebagai Roti Hidup ? Terlebih dimasa pandemi ini, umat sulit untuk bisa hadir dalam Perayaan Sakramen Ekaristi secara utuh di Gereja dan menyambut hosti kudus. Banyak diantara kita yang semakin sulit memaknai Ekaristi sebagai perayaan Roti Hidup yang akan membawa pada kehidupan kekal.
Mungkin kitapun mulai ragu-ragu dengan hidup keagamaan kita, saat ini Yesus bertanya sangat mendasar kepada masing-masing kita :”Apakah kamu tidak mau pergi juga ?” Beranikah kita seperti Petrus menjawab pertanyaan Yesus:”Tuhan, kepada siapa kami akan pergi ? Bila tidak kepada-Mu.”
Berbahagialah kita yang sungguh mau mengikuti Yesus sebagai murid-Nya yang sejati, bukan hanya hidup bersama Dia saat ini, tetapi hidup kekal bersama Dia untuk selamanya. Yesus adalah Roti Hidup yang tidak hanya sebatas Ekaristi saja, melainkan didalam semua kebenaran dan ajaran-Nya yang harus kita laksanakan dalam hidup kita secara utuh dan benar. Amien. (IS)




