
Bacaan I: Yes. 63:16b-17;64:1,3b-8; Bacaan II: 1Kor. 1:3-9; Bacaan Injil: Mrk. 13:33-37.
RAMBU
Di jalanan banyak sekali kita jumpai rambu lalu lintas yang masing-masing memiliki arti sesuai dengan kondisi jalanan dan pesan yang disampaikan. Tidak jarang rambu-rambu tersebut dipasang berdekatan atau bahkan berjejer secara vertikal jika ada lebih dari satu peringatan. Misalnya saja rambu dengan ikon anak-anak biasanya dipasang berjejer dengan batas kecepatan maksimal kendaraan 10km dengan maksud agar pengendara berhati-hati karena banyak anak-anak di daerah tersebut.
Nasihat supaya berjaga-jaga merupakan judul perikop pada bacaan Injil hari ini yang sekaligus merupakan penutup dari Khotbah Tentang Akhir Zaman yang disampaikan oleh TUHAN Yesus kepada para pengikut-Nya. Perikop ini dibuka dengan kata “hati-hatilah” yang menegaskan kembali pesan akan kedatangan mesias-mesias dan nabi-nabi palsu yang menyesatkan orang-orang pilihan (ayat 22-23). Pesan berikutnya yang sama pentingnya adalah “berjaga-jagalah” yang kemudian diikuti dengan sebuah cerita perumpamaan seorang bepergian dan menyerahkan tanggung jawab rumahnya kepada para hamba-hambanya. Setiap hamba diberi tugas dan diminta senantiasa berjaga-jaga karena tuan rumah bisa pulang sewaktu-waktu. Dan jangan sampai saat tuan rumah pulang, dia mendapati hamba-hambanya sedang tidur (ayat 36). Perikop ini ditutup dengan kata “berjaga-jagalah!”
“Berjaga-jagalah!” menjadi kata yang sangat penting dalam perikop ini karena diulang sampai tiga kali, yatu di awal (ayat 33), di tengah (ayat 35) dan di akhir perikop (ayat 37). Sangat tepat jika perikop ini menjadi “rambu” di Minggu Adven pertama. Kita semua diingatkan kembali bahwa kedatangan-Nya tidak ada yang mengetahui kapan waktunya. Dan berjaga-jaga adalah salah satu sikap hidup yang harus dimiliki oleh setiap pengikut Kristus yang setia. Mari tumbuhkan sikap berjaga-jaga di Masa Adven ini sebagai tanda kesiapan kita jika seandainya Dia datang sewaktu-waktu. Maranata! [CT]




