Jaman Baru

Bacaan I: Ams. 9:1-6; Bacaan II: Ef. 5:15-20; Bacaan Injil: Yoh. 6:51-58.
Jaman Baru
Para ahli mengatakan bahwa saat ini kita sedang memasuki jaman ‘disruption’, dimana teknologi merubah cara manusia hidup, bekerja, dan mencari uang, beberapa pekerjaan telah dan akan menghilang seperti penjaga jalan tol dan nanti kasir supermarket, penjaga parkir, teller bank dan lain-lain, bahkan bisnis online sudah merubah cara hidup kita dalam sekejap saja. Orang-orang yang tidak siap mengganti pola pikir dan metode bekerja lamanya akan tersapu oleh perkembangan jaman, saat ini baik para pengusaha besar, maupun pengusaha startup berlomba-lomba mengembangkan dan menyesuaikan diri dengan perubahan besar yang sedang terjadi. Kita harus membuka mata dan telinga lebar-lebar dan tidak bisa lagi santai-santai dengan kehidupan lama kita. Sudah siapkah kita menghadapi jaman baru itu dengan segala perubahannya?
Dalam bacaan hari ini penulis Amsal mengatakan sang hikmat menyuruh pelayan-pelayan perempuannya untuk berteriak-teriak dari tempat tinggi: “Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.” (Ams 9:56)
Kedatangan Kristus ke dunia adalah untuk mewartakan kehidupan baru yang kekal dalam Kerajaan Allah, dan dalam Injil hari ini Ia mengatakan: “Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama lamanya.” Agar manusia dapat memperoleh kehidupan kekal itu Yesus mengurbankan diri-Nya sebagai kurban silih bagi dosa-dosa manusia, dan Ia mengundang manusia untuk memperoleh kehidupan kekal dan jaman baru dalam Kerajaan Allah itu melalui diri-Nya.
Sudahkah kita membuka mata dan telinga lebar-lebar untuk dapat masuk kedalam hidup baru ini, atau masih bergulat dalam kebodohan lama kita, seperti yang dikatakan Paulus dalam bacaan kedua: “Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Ef 5:15-17.




