MENDAHULUKAN TUHAN

Bacaan I: 1Raj. 17:10-16; Bacaan II: Ibr. 9:24-28; Bacaan Injil: Mrk.12:41-44.
MENDAHULUKAN TUHAN
Tidak ada manusia hidup tanpa dosa. Hanya karena kemurahanNyalah manusia bisa hidup dihadapanNya. Karena itu semua orang harus membayar silih. Perbandingan dosa orang dengan silih itu seumpama 10.000 Talenta dengan 100 Dinar! Silih yang dikenan Allah adalah pertobatan dan penyerahan diri total pada kehendakNya!
Ketika nabi Elia minta sepotong roti pada seorang janda, Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." (1Raj17:12-14).
Allah sungguh maha adil. Dia menilai besarnya persembahan bukan dari banyaknya uang yang diberikan, tapi dari pengorbanan dan kerelaan hati. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (Mrk12:43-44).
Kasih Allah tak terbatas; Sang Putra telah menebus dosa kita. Dia punya rencana indah bagi kita, hanya satu syarat: dahulukan Dia!
[..] Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. (Ibr9:28). (YH)




