
Bacaan I: 1 Sam 1:20-22,24-28; Bacaan II: 1 Yoh. 3:1-2,21-24; Bacaan Injil: Luk. 2:41-52.
Hari ini kita merayakan pesta keluarga kudus. Pada pesta keluarga kudus ini Gereja menyajikan dua model keluarga kudus yang dipresentasikan oleh keluarga Hana-Elkana dan keluarga Maria-Yosep.
Kerinduan Hana untuk memiliki anak dalam bacaan pertama diekspresikan dalam perjuangannya mendatangi rumah Tuhan di Silo yang dilayani imam Eli. Di sana ia berdoa dan Tuhan pun mengabulkan doanya. Samuel yang lahir dari rahimnya kemudian dipersembahkannya kepada Tuhan sesuai nazarnya. Bacaan Injil mengisahkan perjuangan Maria dan Yosef, menempuh jarak 150km ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama sesuai tradisi orang Yahudi. Perjalanan pergi pulang yang memakan tenaga dan waktu itu, masih dipersulit lagi dengan hilangnya Yesus diantara sanak keluarganya. Mereka terpaksa harus balik ke Yerusalem untuk mencari Yesus. Setelah 3 hari, Yesus pun ditemukan di dalam Bait Allah. Dan ketika Maria bertanya mengapa Ia berbuat demikian? Yesus menjawab "...Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Luk 2:49).
Bacaan-bacaan ini memberikan beberapa nilai rohani yang perlu kita hayati dalam hidup keluarga tiap hari. Pertama, doa menjadi pusat kehidupan keluarga Kristen. Mangapa? karena "Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya..."(Mzmr 145:18) Yesus juga bersabda, "... Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan... maka hal itu akan diberikan kepadamu."(Mrk 11:24) Keluarga Hana-Elkana dan Maria-Yosef telah membuktikan itu dalam kehidupan keluarga mereka. Apakah doa sudah merupakan sebuah kebiasaan dalam keluarga anda? Kedua, Yesus ada di dalam persekuan Gereja.
"...Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" jawaban Yesus ini mengindikasikan bahwa Yesus ada di dalam rumah doa, ada di dalam persekutuan doa. Kita dapat menemukan Dia di dalam Gereja, di setiap persekutuan doa. Ketiga, Yesus adalah inspirator bagi anak-anak. Ketaatan-nya kepada Allah dan kepada Yosef dan Maria kiranya menjadi contoh bagi anak-anak Kristiani untuk selalu percaya pada Tuhan dan mengikuti perintah orang tuanya. Bagaimana ketaatan anda sebagai anak dalam keluarga?
Mari kita belajar dari keluarga kudus Nazareth. Bertumbuhlah dalam kasih dan damai. Tuhan Yesus lahir dan menjadi dewasa juga dalam keluarga-keluarga kristiani. (LN).




