
Bacaan I : Kis. 2:1-11; Bacaan II : 1Kor. 12: 3b-7.12-13;
Bacaan Injil : Yoh. 20:19-23.
DAMAI SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA
Lima puluh hari setelah Kebangkitan Yesus Gereja Katolik merayakan Pentakosta yaitu turunnya Roh Kudus atas para Rasul. Dia adalah Penolong yang telah dijanjikan oleh Yesus kepada para murid saat masih bersama mereka.
Dalam Perjanjian Lama Pentakosta dikenal sebagai hari raya Tujuh Minggu seperti yang tertulis dalam dalam Kitab Ulangan 16:9–10, “Kemudian haruslah engkau merayakan hari raya Tujuh Minggu bagi Tuhan, Allah-Mu, sekedar persembahan sukarela yang akan kauberikan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, ALAHMU. Bagi bangsa Israel hari raya ini merupakan pengucapan syukur atas hasil panen. Hari raya ini merupakan salah satu dari tiga hari raya di mana setiap orang wajib berkunjung ke Bait Allah di Yerusalem.
Pada bacaan pertama dikisahkan semua orang percaya berkumpul dan berdoa pada hari Pentakosta, kemudian turunlah Roh Kudus yang berbentuk lidah-lidah api ke atas mereka. Apa yang kemudian terjadi pada mereka? Ternyata mereka yang kepenuhan oleh Roh Kudus berbicara dalam bahasa-bahasa lain. Keadaan ini membuat orang-orang lain tercengang mendengarkan orang-orang tersebut berbicara dengan bahasa-bahasa asing mengenai perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Roh pemersatu. Sehingga Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, menegaskan bahwa baik orang Yahudi, orang Yunani, budak ataupun orang merdeka, namun mereka semua dalam satu Roh telah dibaptis menjadi satu tubuh.
Dengan menerima Roh Kudus, maka itu berarti para murid siap diutus seperti yang dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini saat Yesus menampakkan diri kepada mereka. Yesus mengucapkan salam dan kemudian mengutus mereka (Yoh 20:21). Yesus mengembusi mereka dengan Roh Kudus. Ini mengingatkan kita pada kisah penciptaan manusia dimana Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya (Kej 2:7).
Begitupun dengan kita yang telah dibaptis dan menerima Roh Kudus, kita memiliki hidup baru dan siap diutus seperti para murid. Kita diutus dengan membawa damai sejahtera mewartakan kabar keselamatan bagi siapa saja yang kita jumpai dalam peziarahan hidup kita. Siapkah Anda? (MDR).




