
Bacaan I : Ul. 8:2-3,14b-16a; Bacaan II : 1Kor. 10:16-17;
Bacaan Injil : Yoh. 6:51-58.
SANTAPAN PEZIARAH
Empat puluh tahun bangsa Israel berkelana di padang gurun untuk menerima hukuman dari Allah. Pada masa pengembaraan itu, Allah juga mempersiapkan mental Israel yang akan masuk ke tanah Kanaan. Saat di padang gurun Allah tidak pernah meninggalkan Israel bahkan Allah bukan hanya menyertai namun juga memelihara mereka.
Musa menasihatkan bangsanya agar mereka tidak tinggi hati dan melupakan Allah yang telah menyertai mereka sejak keluar dari Mesir. Allah yang telah melindungi dan menjaga mereka selama di padang gurun dari marabahaya seperti ganasnya alam dan juga ancaman binatang-binatang buas. Allah juga memberi makan dan minum umat kesayangan-Nya ditengah padang gurun yang tandus. Makanan yang diberikan Allah adalah manna, yang langsung turun dari sorga melalui embun pagi. Menarik apa yang disampaikan Musa bahwa Allah membiarkan bangsa Israel lapar dan memberi manna, sesuatu yang tidak dikenal oleh mereka, bahkan oleh nenek moyang mereka agar mereka sadar bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti, melainkan juga dari Firman Allah.
Rupanya apa yang disampaikan Musa kepada bangsa Israel pada waktu itu, tidak membuat orang-orang Yahudi belajar dari pengalaman nenek moyang mereka. Ini bisa dibaca dari teguran Yesus bahwa orang banyak yang mencarinya hanya karena mereka telah makan roti dan kenyang [Yoh 6:26]. Pada perikop sebelumnya, terdapat kisah Yesus yang memberi makan limaribu orang [6:1-15]. Jadi ada korelasi bahwa ternyata orang banyak mencari Yesus karena mereka telah dikenyangkan secara jasmani. Karena itu Yesus kemudian menasihatkan agar mereka mencari makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal [6:27]. Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai roti yang turun dari surga, yang memberikan hidup kekal dan kebangkitan pada akhir zaman.
Perjalanan bangsa Israel menuju tanah terjanji merupakan miniatur dari perjalanan para pengikut Kristus selama hidup di dunia ini. Kita dapat belajar dari bangsa Israel bagaimana hidup mereka yang begitu tergantung pada Allah. Allah memelihara umat-Nya, bukan dengan manna yang dapat mengakibatkan kematian, melainkan mengutus Sang Firman sendiri yaitu Yesus Kristus yang mengorbankan tubuh dan darah-Nya bagi penebusan dosa-dosa kita. Dia adalah Roti Kehidupan bagi yang menyambut-Nya. Dia adalah santapan bagi peziarah yang membutuhkan-Nya. Selamat merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus! (CT).




