
Bacaan I : Yer. 20:10-13; Bacaan II : Rm. 5:12-15;
Bacaan Injil : Mat. 10:26-33.
TEGAR DALAM PERUTUSAN
Bagi para murid Kristus tugas perutusan bukanlah suatu jalan yang lurus, penuh dengan pemandangan indah, bunga-bunga di sekeliling dan sinar mentari yang terang. Bahkan sejak dahulu kala, siapa saja yang diutus oleh Allah untuk menyatakan kebenaran, maka dia harus berjalan di bawah tekanan dunia yang jauh dari kata ramah.
Nabi Yeremia yang diutus untuk mewartakan Sabda Allah ditengah Kerajaan Yehuda, merasakan besarnya tekanan dari orang-orang di sana, termasuk dari sahabat karibnya sendiri yang ikut memusuhinya [Yer 20:10]. Namun demikian meski ditinggal oleh orang-orang terdekatnya, Allah tetap menyertai Yeremia. Mereka yang memusuhinya akan mendapatkan malu karena Allah melihat batin dan hati [20:12].
Hal yang senada dapat ditemukan dalam bacaan Injil dimana Yesus menasihatkan kepada para murid-Nya agar tidak gentar dalam menjalani tugas perutusan mereka [Mat 10:26]. Di awal perikop Yesus mengatakan bahwa mereka diutus laksana domba ke tengah-tengah serigala [10:16]. Dan untuk menghadapi tantangan ini diperlukan sikap cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tuhan Yesus juga menguatkan hati para murid-Nya agar mereka lebih takut kepada Allah daripada manusia. Karena manusia hanya mampu membunuh tubuh, namun hanya Allah yang Maha Kuasa termasuk berkuasa atas tubuh dan jiwa manusia. Tuhan Yesus juga menjamin bahwa Dia akan mengakui di depan Allah bagi siapa saja yang mengakui-Nya di depan manusia. Perkataan ini untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Sang Firman yang penuh kuasa.
Penolakan akan warta sukacita kasih Allah ini akan selalu ditemui dalam tugas perutusan. Mengapa hal ini terjadi? Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma menyebutkan bahwa semua ini terjadi karena dosa yang diperbuat oleh Adam [Rm 5:12]. Sama seperti Adam [dan Hawa] yang menolak menaati perintah Allah sehingga membuat mereka terusir dari Eden, demikian pula banyak orang menolak uluran kasih Allah dalam diri Yesus Kristus. Hal ini tidak boleh menyurutkan langkah para murid, termasuk kita pada saat ini yang mempunyai tugas sama seperti para pendahulu kita, untuk tetap tegar dalam tugas perutusan. Kedatangan Kerajaan Allah dalam diri Yesus harus terus menerus diwartakan sampai pada kegenapannya yaitu kedatangan-Nya yang kedua. Mari, jangan lelah dalam perutusan dan selalu tegar dalam menghadapi rintangan karena Allah beserta kita. (CT).




