
Bacaan I : 2Raj. 4:8-11,14-16a; Bacaan II : Rm. 6:3-4,8-11;
Bacaan Injil : Mat. 10:37-42.
UPAH BAGI ORANG BENAR
Bacaan pertama mengisahkan tentang Perempuan dari Sunem yang kaya raya dan murah hati namun tidak memiliki anak. Adalah Nabi Elisa, abdi Allah yang sedang dalam perjalanannya ke Sunem diterima dengan baik oleh perempuan Sunem dan suaminya. Mereka memberi memberi makan dan tempat tinggal untuk menginap. Kebaikan pasutri ini menghasilkan ganjaran dari Tuhan yaitu memperoleh keturunan. Belajar dari kisah Perempuan Sunem ini bahwa segala perbuatan baik kita tidak akan sia-sia karena Tuhan memperhatikan.
Bacaan Injil hari ini mengatakan bahwa Yesus datang membawa pemisahan yaitu terjadinya konflik penolakan dan perbedaan pilihan oleh manusia terhadap kedatangan Yesus yang membawa Injil Kerajaan Allah. Yesus telah memberi peringatan kepada murid-murid-Nya, bahwa mengikuti Yesus akan menghadapi berbagai tantangan dan pertentangan bahkan mengakibatkan perpecahan (Mat 10:37). Tuhan Yesus menuntut suatu pengabdian total seperti yang diungkapkan oleh penulis Injil Matius “Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, Ia tidak layak bagi-Ku” (10:38). Siap memikul salib berarti melepaskan kepentingan diri sendiri, rela berkorban untuk orang lain, dan kehilangan kenyamanan hidup bahkan nyawanya.
Mengapa Tuhan Yesus meminta hal demikian kepada kita? Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menegaskan bahwa semua yang telah dibaptis dalam Yesus Kristus telah dibaptis dalam kematian-Nya, yaitu kematian atas dosa-dosa kita dan menerima kehidupan baru. “Sebab kematian-Nya adalah Kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama lamanya, dan kehidupan-Nya adalah Kehidupan bagi Allah” (Roma 6:10). Dengan demikian sebagai umat kristen yang telah dibaptis maka kita adalah bagian dari Tubuh Kristus dan bukanlah tentang memenuhi kebutuhan kita sendiri tetapi bagaimana kita melayani sesama dalam memuliakan Allah.
Sama seperti perempuan Sunem yang murah hati, Allah akan memperhatikan segala kebaikan kita seperti yang dikatakan Tuhan Yesus “Dan barang siapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Ia tidak akan kehilangan upahnya daripadanya” (Mat 10:42). Sesungguhnya kita tidak layak mendapatkan upah apapun dari Allah, karena Dia telah lebih dulu menganugerahkan Anak-Nya bagi penebusan dosa-dosa kita, namun karena kemurahan hati-Nya selalu tersedia upah bagi orang benar. (MDR).




