Tulus atau Pura-pura (31-5-13)
Jumat, 31 Mei 2013
Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet
Zefanya 3:14-18a atau Roma 12:9-16b
MT Yesaya 12:2-3,4-bcd,5-6
Lukas 1:39-56
KASIH adalah satu kata yang dapat mengungkapkan banyak arti. Perasaan menyanyangi, menghargai, maupun mencintai pun dapat dikatakan sebagai salah satu kasih. Kasih terhadap keluarga, saudara, teman, sekalipun orang yang tidak kita kenal. Kita dapat memberikan kasih dengan membantu mereka dalam kesulitan atau dengan memberikan senyuman kepada orang yang kita kenal ataupun tidak. Tetapi kasih yang tulus adalah kasih yang tidak berpura-pura. Kasih yang tulus dan ikhlas untuk menyayangi sesama kita. Kasih yang tanpa memandang perbedaan satu dengan yang lainnya. Di mana dengan kasih, kita bisa mendapatkan banyak keluarga-keluarga baru. Saat kiita mengasihi sesama kita dengan tulus, maka hati kita akan terasa bahagia. Sedangkan saat kita mengasihi sesama kita dengan kasih yang berpura-pura, maka hatimu akan terasa berat seperti menanggung beban. Tanpa kita sadari atau tidak. Karena kasih yang berpura-pura tidak ada yang abadi.
Hari ini Gereja merayakan pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet yang sedang mengandung Yohanes. Begitu Maria mendengar kabar dari malaikat bahwa Elisabet yang sudah tua itu sedang mengandung, ia sangat bergembira. Beberapa waktu kemudian, Maria berangkat berjalan kaki ke rumah Zakharia. Pahdahal saat itu Maria sedang hamil muda. Tetapi karena cintanya yang tulus kepada Elisabet, maka Ia pun tetap mengunjungi Elisabet dan berbagi kebahagiaannya karena mengandung dari Roh Kudus. [DVN]
Apakah kita telah mengasihi sesama kita dengan tulus?
DOA (†)
Ya Bapa, ajarilah kami utuk mengasihi sesama kami dengan memberikan kasih yang tulus, bukan dengan kasih yang berpura-pura. Amin(†)




