Kerendahan Hati (21-5-13)
Selasa, 21 Mei 2013
Sirakh 2:1-11
Mazmur 37:3-4,18-19,27-28,39-40
Markus 9:30-37
“Jika seorang mau menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dan membuat dirinya pelayan bagi semua.”
(Markus 9:35)
SETIAP harikedua belas rasul ikut melayani ribuan orang yang membutuhkan Yesus. Mereka mendengarkan ajaran Yesus, melihat mukjizat besar dan kecil, ikut mewartakan kerajaan Allah, melakukan penyembuhan, dan mengusir roh jahat bersama Yesus. Namun, mereka belum memiliki kualitas ‘kerendahan hati’. Memang setiap hari mereka berhadapan dengan mukjizat-mukjizat hebat. Namun tampaknya mereka lupa bahwa itu adalah perbuatan Yesus. Dalam perjalanan pulang ke Kapernaum, mereka sibuk bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Untuk apa mereka meributkan hal itu. Jelas-jelas kita ini semua sama manusia. Yesuslah yang terhebat dan terbesar di antara mereka.
Kita pun kerap kali tanpa kita sadari belum memiliki ‘kerendahan hati’. Kita melayani Tuhan di gereja, di persekutuan doa, dan sebagainya. Tapi kita lupa, siapakah yang seharusnya di’besar’kan. Kita perlu waspada, kesombongan kita dalam pelayanan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Kita tidak pantas menganggap diri kita lebih unggul dibandingkan teman kita yang lain karena ‘hebat’ dalam melayani bukanlah penilaian kita. Yesuslah yang seharusnya dibesarkan dan diagungkan dalam setiap pelayanan kita. [tj]
Adakah kesombongan dalam diri kita ketika melayani Tuhan?
DOA(†)
Tuhan, ampuni kami yang merasa sombong dalam melayani Engkau. Amin(†)




