Menjaga Diri (15-5-13)
Rabu, 15 Mei 2013
Kisah Para Rasul 20: 28- 38
Mazmur 68: 29- 30. 33- 35a. 35b- 36c
Yohanes 17: 11b- 19
“Sebab itu berjaga- jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.”
(Kisah Para Rasul 20: 31)
TEMAN-teman, bacaan pertama hari ini tentang perpisahan Paulus dengan para penatua di Efesus. Rasul Paulus mengingatkan bahwa ia telah bekerja untuk memenuhi keperluannya dan keperluan kawan- kawan seperjalanan. Rasul Paulus juga mengingatkan para penatua tentang perkataan Tuhan Yesus bahwa: “…Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kisah Para Rasul 20: 35) . Lalu mereka berdoa bersama- sama.
Saya teringat akan saat- saat saya akan kuliah di luar kota. Malam sebelum saya berangkat sembari membantu mempersiapkan barang- barang yang harus dibawa, adik saya menasihati saya untuk menjaga diri, untuk tidak terpengaruh akan pergaulan buruk, dan kehidupan yang tidak sehat. Saya terharu akan kepedulian, perhatian, dan kedewasaannya. Lalu kami berdoa bersama. Saya juga teringat akan perkataan dosen saya untuk berhati- hati saat menunaikan tugas. Maksud beliau adalah untuk cermat. Saat berjaga-jaga sudahkah kita mengandalkan Tuhan seperti pemazmur dalam Mazmur hari ini? Saat akan berpisah, Tuhan Yesus juga mendoakan murid-murid-Nya. Tuhan Yesus berdoa supaya kita semua menjadi satu. Yuk mari kita berjaga-jaga. [eS]
Sudahkah kita berjaga-jaga?
DOA(†)
Ya Allah, mampukan kami untuk menjaga kekudusan kami supaya kami dapat selalu bersatu dengan-Mu. Amin(†)
We Need The Holy Spirit (13-5-13)
Senin, 13 Mei 2013
Kisah Para Rasul 19:1-8
Mazmur 68:2-3, 4-5ac, 6-7ab
Yohanes 16:29-33
Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?”
(Kisah Para Rasul 19:2)
SUDAHKAHsaya benar-benar percaya pada Tuhan? Sudahkah saya menjadi seorang pelaku firman? Walaupun sudah sering atau bahkan setiap hari mendengarkan firman Tuhan, seberapa sering kita masih suka meninggalkan Dia? Pasti bukan sekali dua kali setelah mendengarkan firman Tuhan kita merasa tersentuh, seketika itu juga bahkan kita memproklamirkan janji dalam hati, bahwa kita ingin berubah, bertobat, dan jadi lebih baik, dll. Tapi, bukan sekali dua kali juga, kalau besoknya kita lupa dengan janji itu. Tahu-tahu, kita sudah mengulangi dosa yang sama.
Kali ini saya merasa diingatkan. Tidak cukup ternyata kita hanya bertobat. Bertobat atau seperti yang dikatakan Paulus, menerima baptisan Yohanes, memang penting. Tapi ternyata kita perlu Roh Kudus supaya kita dikuatkan dan juga selalu diingatkan supaya kita jangan sampai jauh dari Nya, Don’t worry, biarkan Roh Kudus yang membimbing kita ketika kita sudah mulai goyah. Sebab ingatlah yang Yesus katakan pada kita “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita pengaaniyaan, tetapi kuatkanlah hatimu. Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 19:33). Mari maju bersama Tuhan, Ia telah memenangkan kita, jadilah pelaku firman-Nya! [LH]
Siapkah aku menerima Roh Kudus dan menjadi pelaku firman?
DOA (†)
Curahkan Roh KudusMu atasku Tuhan dan kuserahkan hidupku untuk Kau bimbing. Amin(†)
Kekuatan Doa (12-5-13)
Minggu, 12 Mei 2013
HARI MINGGU PASKA VII
Minggu Komunikasi Sedunia
Kisah Para Rasul 7:55-60
Mazmur 97:1,2b,6,7c,9
Wahyu 22:12-14,16-17,20
Yohanes 17:20-26
SHALOMteman-teman dalam Kristus! Bacaan Injil hari ini, kita membaca bahwa Yesus sedang berdoa untuk orang-orang yang percaya kepada Yesus. Dalam doa-Nya, Yesus berdoa supaya orang-orang yang percaya kepada-Nya dipersatukan di dalam Bapa dan Yesus, sehingga semua orang percaya bahwa Bapalah yang telah mengutus Yesus. Doa ini didoakan oleh Yesus sebelum ditangkap untuk disalibkan. Di sini Yesus ingin menunjukan bahwa doa mempunyai kuasa yang besar jika kita doakan dengan sungguh-sungguh. Walaupun apa yang didoakan Yesus akan terjadi setelah Yesus wafat, Yesus tetap mendoakannya dengan sungguh-sungguh karena Yesus tahu bahwa Bapa-Nya pasti akan mendengarkan doa-Nya dan mengabulkan doa itu.
Oleh karena itu, jika kita ingin berdoa untuk sesama yang perlu didoakan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh, sehingga orang yang kita doakan itu benar-benar mendapatkan berkat dari doa kita. Beserta dengan iman yang kuat dan harapan, doa yang kita doakan akan didengar oleh Tuhan. Kita bisa memulai berdoa dengan mendoakan orang-orang terdekat kita seperti orang tua kita, saudara, teman kerja, ataupun atasan kita di dalam pekerjaan. Bagi orang yang telah percaya dengan sungguh-sungguh bahwa doa bisa mengubah keadaan, maka dia juga akan selalu percaya bahwa Tuhan menyesertai kita sampai akhir zaman. [BE]
Sudahkah kita berdoa untuk sesama kita ?
DOA (†)
Ya Tuhan Yesus, yakinkanlah diri kami bahwa doa bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik. Amin(†)




