Only By His Grace (14-6-13)
Jumat, 14 Juni2013
2 Korintus 4: 7 - 15
Mazmur116: 10- 11, 15- 16, 17- 18
Matius 5: 27- 32
“…supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah- limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.“
(2 Korintus 4: 7)
SAYA teringat akan teman-teman saya yang sering saling mengingatkan supaya kita mengandalkan kekuatan Tuhan. Seperti dalam bacaan pertama hari ini, kadang- kadang kita melihat apa yang kita alami begitu sulit. Puji Tuhan, dalam kesulitan kita diingatkan untuk mengandalkan-Nya.
Teman- teman, Tuhan kita adalah Tuhan yang besar. Tuhan kita sanggup. Kita seperti pemazmur dalam Mazmur hari ini yang telah diluputkan dari belenggu maut. Saya juga diingatkan melalui buku tentang berpikir positif bahwa apa yang kita pikirkan itulah yang cenderung akan terjadi. Jika kita berpikir menang, maka kita akan menang. Tentunya semua karena anugerah-Nya.
Ayat ini juga mengingatkan saya bahwa segala sesuatu adalah anugerah- Nya. Apa yang kita miliki, keberhasilan kita adalah berasal dari- Nya. Saya teringat akan peristiwa- peristiwa di mana saya tidak sengaja membanggakan diri lalu Tuhan menegur saya untuk selalu rendah hati melalui kejadian-kejadian setelahnya. Mari teman- teman kita selalu mengandalkan- Nya. [eS]
Sudahkah kita selalu mengandalkan-Nya?
DOA (†)
Terima kasih Tuhan untuk Firman-Mu. Ingatkanlah kami Tuhan untuk mengandalkan- Mu selalu. Berilah kami kerendahan hati Tuhan. Terima kasih Tuhan. Amin(†)
Mengikuti Perintah Allah (12-6-13)
Rabu, 12 Juni2013
2 Korintus 3:4-11
Mazmur 99:5,6,7,8,9
Matius 5:17-19
PADAbacaan Injil hari ini, kita membaca tentang Kotbah Yesus di bukit tentang hubunganNya dengan Hukum Taurat. Yesus berkata bahwa Dia datang ke dunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapi hukum Taurat. Yesus juga berkata bahwa apa yang ada di dalam hukum Taurat semuanya pasti akan terjadi. Jika ada orang yang meniadakan satu perintah hukum Taurat dan mengajarkannya kepada orang lain, ia akan menduduki tempat paling rendah di Kerajaan Surga, demikian dikatakan oleh Yesus. Sebaliknya jika ada orang yang melakukan dan mengajarkan semua perintah hukum Taurat, dia akan menduduki tempat yang tinggi di Kerajaan Surga. Hukum Taurat juga sebenarnya adalah perintah-perintah yang berasal dari Allah melalui para nabi. Di dalam Perjanjian Lama, hukum Taurat adalah pegangan hidup bagi bangsa Israel pada zaman itu.
Oleh karena itu, sudah seharusnya juga kita mematuhi perintah-perintah Allah yang diberikan sejak zaman Musa. Perintah Allah adalah perintah-perintah utama dan pokok dalam kehidupan kita sebagai umat Kristiani. Dengan menjalankan semua perintah Allah, kita membangun hubungan yang baik dengan Allah dan sesama kita di dunia ini. Pada zaman sekarang banyak orang yang bersaksi dusta kepada sesamanya. Pahdalah menurut perintah Allah, kita dilarang bersaksi dusta kepada sesama. Maka dari itu, sebaiknya dari sekarang kita harus bisa mengikuti semua perintah Allah sehingga hubungan kita dengan Tuhan dan sesama menjadi lebih baik[BE]
Jika kita merasa belum siap mengikuti semua perintah Allah, beranikah kita untuk menjadi siap mengikuti perintah Allah?
DOA (†)
Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah diri kami untuk selalu mengikuti perintah Allah. Amin(†)
How's Your Savings? (11-6-13
Selasa, 11 Juni 2013
S. Barnabas, Rasul
Kisah Para Rasul 11:21b-26; 13:1-3
Mazmur 98:2-3ab,3c-4,5-6
Matius 10:7-13
BEBERAPAbulan yang lalu saya membaca kesaksian seorang yang sudah sekarat dan dibawa ke surga oleh Yesus dan malaikat. Di momen tersebut ia dikawal oleh duamalaikat, satu malaikat surga dan satu lagi malaikat pelindungnya. Ketika dibawa ke surga, ia melihat rumah-rumah yang sedang dibangun dan sudah jadi di sana.Ia mendapat penjelasan dari malaikat bahwa rumah yang sedang dibangun itu berarti pemiliknya masih berkarya di dunia. Yang menarik adalah kenapa ada yang rumahnya besar, kecil, bahkan ada yang tinggal beramai-ramai dalam suatu rumah yang seperti bangsal. Malaikat menjawab,itu tergantung dari karya yang dilakukannya di dunia, apakah orang tersebut rajin menabung harta surgawi atau tidak. Lalu, bagaimana caranya menabung harta surgawi?
Bacaan hari ini jawabannya. Kita menabung harta surgawi dengan cara memberitakan Injil kepada setiap orang, memberi kepada yang tidak mampu, memberikan perpuluhan dengan benar, mendoakan orang lain, dll. Seringkali kita sibuk dengan aktivitas duniawi dan kurang menabung harta surgawi. Saya juga belajar dari bacaan hari ini bahwa Yesus berharap kita memulai pelayanan dengan tangan yang ‘hampa’. Dengan demikian kita akan selalu berharap dan pasrah kepadanNya. Seringkali ketika ingin cerita tentang Yesus, saya merasa ragu. Apakah orang yang sayaajaksharing bisa menerima atau tidak. Tapi Tuhan Yesus mengingatkan hari ini, apabila dia menolak ‘salam’ yang kita berikan untuk mereka, maka ‘salam’ itu akan kembali kepada kita. [AW]
Apakah saya sering menabung harta surgawi?
DOA (†)
Tuhan, bimbinglah saya melakukan semua perintahMu.Amin(†)




