Seperti Anak Kecil (25-5-13)
Sabtu, 25 Mei 2013
Sirakh 17:1-15
Mazmur 103:13-14,15-16,17-18
Markus 10:13–16
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”
(Markus 10:15)
SETIAPanak kecil pada umumnya pasti punya rasa takut di balik pikiran dan hatinya yang masih polos. Tuhan ingin kita mendekatkan diri padaNya dengan hati yang bersih, pikiran yang positif dan semangat yang besar, sepert layaknya seorang anak kecil
Aku masih teringat ketika aku masih kecil dimana saat pertama kali aku belajar berdoa, menutup mataku, mengatupkan kedua tanganku, membuat tanda salib dan memulai berbicara dengan Tuhan. Mungkin saat itu aku mengatakan beberapa permintaan yang keluar dari pikiran dan hatiku dengan polosnya. Tidak ada pikiran negatif dan selalu bersemangat berdoa bersama keluargaku. Namun seiring waktu aku bertambah umur, aku sering disibukkan oleh berbagai kegiatan, mengalami beberapa kejadian yang membuatku malas, lupa ataupun tidak sempat berdoa. Semangat masa kecilku untuk berhubungan dengan Tuhan “memudar”. Namun dengan kembali membaca ataupun menulis renungan aku diingatkan kembali bahwa kita harus takut akan Tuhan sehingga kita selalu berada dalam jalanNya. [EmK]
Apakah aku mau mengikuti Yesus dengan hati seperti anak kecil, yang bersih, polos dan bersemangat?
DOA (†)
Tuhan, biarlah kepercayaanku kepada-Mu membuatku semakin berani mewartakan besarnya kuasa-Mu lewat hidupku. Amin(†)
FOKUS ! (23-5-13)
Rabu, 22 Mei 2013
Sirakh 4:11-19
Mazmur 119:165,168,171,172,174,175
Markus 9:38-40
“Orang-orang yang mencintai Taurat telah menemukan damai; tak ada sesuatu yang membuat mereka tersandung, malah bahaya pun tidak.”
(Mazmur 119:165)
KALAU kita baca keseluruhan dari Mazmur 119, kita akan melihat bahwa sabda Tuhan akan memberikan hidup dan kebangkitan. Gitaris musik rock Jimi Hendrix menjalani kehidupan seks bebas berganti-ganti pasangan, kecanduan obat bius, dan berperilaku sangat buruk baik di panggung maupun di luar panggung. Pada akhir sebuah konsernya di tahun 1970, Jimi membanting gitarnya. Menurut laporan Robert McGee dan Donald Sapaugh dalam “Search for Peace”, para penonton berteriak histeris dan memberikan tepuk tangan yang gemuruh. Tetapi mendadak sambutan riuh itu berhenti. Jimi berlutut pada kedua kakinya dan tetap pada posisinya tanpa bergerak. Lalu ia memecah keheningan dengan berkata, "Bila Anda tahu tentang kedamaian yang sejati, saya ingin Anda menjumpai saya di belakang panggung." Namun tentu saja tak seorang pun memberi tanggapan terhadap undangannya yang mengejutkan itu. Beberapa hari kemudian Jimi meninggal karena menggunakan obat bius secara berlebihan. Jimi tidak pernah mengalami kedamaian yang sejati.
Firman Tuhan selalu dapat menghibur di saat kita sedih, menguatkan saat kita lemah, dan menegur kita ketika kita berdosa. Mari kita tetap terus berpegang pada firman-Nya yang mampu memberikan kedamaian sejati.[718]
Sudahkah kita menemukan kedamaian sejati dalam firman Tuhan?
DOA (†)
Tuhan, ajarku untuk senantiasa bergantung dan berharap pada firman-Mu. Amin(†)
Kedamaian Sejati (22-5-13)
Rabu, 22 Mei 2013
Sirakh 4:11-19
Mazmur 119:165,168,171,172,174,175
Markus 9:38-40
“Orang-orang yang mencintai Taurat telah menemukan damai; tak ada sesuatu yang membuat mereka tersandung, malah bahaya pun tidak.”
(Mazmur 119:165)
KALAU kita baca keseluruhan dari Mazmur 119, kita akan melihat bahwa sabda Tuhan akan memberikan hidup dan kebangkitan. Gitaris musik rock Jimi Hendrix menjalani kehidupan seks bebas berganti-ganti pasangan, kecanduan obat bius, dan berperilaku sangat buruk baik di panggung maupun di luar panggung. Pada akhir sebuah konsernya di tahun 1970, Jimi membanting gitarnya. Menurut laporan Robert McGee dan Donald Sapaugh dalam “Search for Peace”, para penonton berteriak histeris dan memberikan tepuk tangan yang gemuruh. Tetapi mendadak sambutan riuh itu berhenti. Jimi berlutut pada kedua kakinya dan tetap pada posisinya tanpa bergerak. Lalu ia memecah keheningan dengan berkata, "Bila Anda tahu tentang kedamaian yang sejati, saya ingin Anda menjumpai saya di belakang panggung." Namun tentu saja tak seorang pun memberi tanggapan terhadap undangannya yang mengejutkan itu. Beberapa hari kemudian Jimi meninggal karena menggunakan obat bius secara berlebihan. Jimi tidak pernah mengalami kedamaian yang sejati.
Firman Tuhan selalu dapat menghibur di saat kita sedih, menguatkan saat kita lemah, dan menegur kita ketika kita berdosa. Mari kita tetap terus berpegang pada firman-Nya yang mampu memberikan kedamaian sejati.[718]
Sudahkah kita menemukan kedamaian sejati dalam firman Tuhan?
DOA (†)
Tuhan, ajarku untuk senantiasa bergantung dan berharap pada firman-Mu. Amin(†)




