In The Name of Jesus Christ (11-5-13)
Sabtu, 11 Mei 2013
Kisah Para Rasul 18:23-28
Mazmur 47:2-3,8-9,10
Yohanes 16:23b-28
SAYApernah membaca suatu kesaksian tentang seorang anak Papua yang bertemu Tuhan Yesus secara pribadi. Saya belajar banyak ketika membaca kesaksiannya. Dia sejak kecil sudah membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan Yesus dengan rajin berdoa, membaca Alkitab, dan selalu menyediakan waktu untuk Tuhan setiap hari. Saya belajar bahwa membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan dan peka terhadap suara-Nya membutuhkan proses dan waktu, bukan dalam sehari saja. Sama seperti membangun hubungan dengan teman atau pasangan, membutuhkan waktu dan tahapan. Kalau saya tidak pernah belajar mengenal dan mengasihi-Nya, bagaimana saya bisa tahu dan peka dengan suara-Nya?
Hal kedua yang saya sangat pelajari dari kesaksian anak tersebut adalah nasihat Tuhan Yesus kepadanya. Tuhan Yesus berkata bahwa ketika merasa tidak nyaman atau seperti ada yang akan mengganggunya, cukup ucapkan “Dalam nama Yesus” atau “Darah Yesus yang Kudus”. Mengapa? Yesus berkata bahwa kedua kalimat tersebut mempunyai kuasa yang luar biasa. Seketika itu juga, saya seperti mendapat ‘senjata ampuh’ dalam menghadapi tantangan yang akan datang. Mungkin tantangan itu tidak selesai saat itu juga atau membutuhkan waktu. Namun asal kita percaya bahwa ketika kita meminta dalam namaNya maka pertolongan Tuhan juga tidak akan terlambat. Dengan membangun hubungan yang akrab dan selalu percaya dengan namaNya yang berkuasa, kita juga berinteraksi kepada Allah secara tidak langsung. [AW]
Apakah saya sudah menyapa Tuhan setiap hari?
DOA (†)
Dalam nama Tuhan Yesus, setiap tantangan yang diberikan Tuhan akan menjadi berkat yang indah dalam hidup saya. Amin(†)




