Seri 21: SABTU SUCI & MINGGU PASKAH
Seri 21
SABTU SUCI & MINGGU PASKAH
Sabtu Suci adalah hari ketika Yesus di dalam kubur. Sabtu Suci merupakan hari ‘di antara’, hari tenang untuk mereka yang akan dibaptis melakukan persiapan-persiapan akhir mereka. Suatu kesalahan umum atau yang lasim ialah menghubungkan hari Sabtu sebagai ‘Sabtu Paskah’ yang mana sebetulnya merupakan hari Sabtu dalam minggu/pekan Paskah. Malam antara Sabtu dan Minggu adalah Malam Paskah yang dirayakan, artinya memulai perayaan-perayaan Kebangkitan Yesus Kristus. Pertama, Liturgi Cahaya. Pelayanan cahaya menciptakan atmosfir yang sangat berbeda terhadap dua hari sebelumnya. Lilin Paskah yang baru disiapkan dan dinyalakan dari api khusus. Pujipujian dan lagu-lagu yang menggembirakan memenuhi Gereja.
Kedua, Liturgi Sabda. Bacaan-bacaan dimaklumkan dari Kitab Suci.
Di sini kita mengenangkan karya-karya Allah yang sangat menakjubkan dibuat Allah bagi umat-Nya dari awal mula penciptaan. Alleluia dinyanyikan untuk pertama kali sejak permulaan Prapaskah demi menghormati Injil Kebangkitan Yesus. Ketiga, Liturgi Baptis. Dalam perayaan ini Gereja menyambut anggota-anggota baru ke dalam Gereja melalui sakramen Baptis. Sementara anggotaanggota umat lama membaharui janji baptisnya dalam liturgi baptis ini. Keempat, Liturgi Ekaristi. Dalam Liturgi Ekaristi Gereja menyatakan kesatuannya dengan Kristus di dalam doa-doa dan komuni kudus. Perayaan Malam Paskah diakhiri dengan kata-kata ‘Alleluia, Alleluia’.
Hari Mingu Paskah ialah hari Kebangkitan Yesus Kristus. Kita mengenangkan bagaimana Allah membangkitkan Yesus kepada hidup baru dan menghadirkannya bagi gereja. Ini berarti kita dipanggil untuk ikut serta mengambil bagian di dalam hidup baru Yesus Kristus. Ini adalah penggenapan dari janji Yesus bahwa Ia akan sengsara, wafat, dan dibangkitkan pada hari ketiga. Kemudian, Yesus menampakan diri kepada Maria Magdalena, murid-murid-Nya dan banyak yang lain pada hari-hari setelah Ia dibangkitkan dari antara orang mati.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




