Seri 26: PENTAKOSTA
Seri 26
PENTAKOSTA
Setelah Kenaikan Tuhan, pesta penting berikut dalam tahun liturgi Gereja adalah Pentekosta. Ini adalah pesta merayakan kedatangan Roh Kudus. Para rasul merasa ingin tahu siapa yang akan menginspirasi dan memimpin mereka menyebarkan Kabar Gembira Tuhan. Ketika Roh Kudus datang, para murid dipenuhi dengan keberanian dan pergi ke jalan-jalan mewartakan kepada setiap orang Kabar Gembira tentang Tuhan. Tanda-tanda kehadiran Roh Kudus, dapat dirasakan melalui angin kencang dan dahsyat. Kita dapat membaca kisah datangnya Roh Kudus ini dalam Kisah Para Rasul (Kis 2:1-13).
Pentakosta juga dikenal sebagai ‘hari lahir’ Gereja dan sebagai tanda berakhir Masa Paskah. Maka, Masa Paskah ditutup dengan Minggu Pentakosta, hari kelima puluh sesudah Paskah, sebagai pengenangan pencurahan Roh Kudus atas para rasul (Kisah Rasul 2:1-4), sebagai pendirian Gereja, dan sebagai awal karya misi Gereja kepada segala suku dan bangsa. Setelah Pentakosta Lilin Paskah dipindahkan ke samping kolam atau tempat pembaptisan sebagai suatu peringatan bahwa pembaptisan memiliki hubungan penting dengan Paskah Tuhan. Perayaan Paskah Vigili yang diperpanjang sangat penting di katedral dan sejumlah paroki, untuk mencerminkan ketekunan doa umat kristiani seturut teladan para rasul yang bersatu dalam doa bersama ibu Yesus.
Misteri Pentakosta mendorong umat beriman meningkatkan doa dan komitmen kepada karya perutusan dan menerangi kesalehan umat yang merupakan tanda lanjut kehadiran Roh Kudus dalam Gereja. Roh Kudus membangkitkan iman, harapan, dan kasih dalam hati umat beriman dan keutamaan-keutamaan gerejawi yang membuat kesalehan umat makin bernilai. Roh Kudus yang sama membangkitkan aneka cara menyalurkan amanat kristiani seturut kebudayaan dan kebiasaan setiap masa dan tempat.
Umat beriman sangat biasa mengundang Roh Kudus khususnya bila memulai usaha atau pekerjaan baru atau pada waktu mengalami kesulitan-kesulitan khusus dalam hidup. Mereka dapat menggunakan rumusan-rumusan doa perayaan Pentakosta, misalnya: “datanglah ya Roh Pencipta” [Veni Creator Spiritus]; “datanglah ya Roh Kudus [Veni Sancte Spiritus]; doa-doa permohonan singkat [utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dibaharui]; merenungkan pencurahan Roh Kudus [peristiwa mulia ketiga doa Rosario; dalam Sakramen Krisma menerima menerima Roh Kebijaksanaan dan nasihat untuk membimbing dan membantu mengambil keputusan penting dan untuk bertahan menghadapi cobaan-cobaan hidup. Umat beriman juga sadar bahwa melalui baptisan tubuh mereka menjadi bait Roh Kudus yang harus dihormati dan dihargai, sampai mati, dan bahkan tahu bahwa tubuh akan dibangkitkan lewat Roh Kudus.
Di samping membantu menciptakan persekutuan dengan Allah dalam doa, Roh Kudus juga menyiapkan kita untuk melayani sesama lewat perjumpaan dengan dia, lewat rekonsiliasi, kesaksian, keinginan akan keadilan dan damai, pembaharuan pandangan, kemajuan masyarakat dan komitmen misioner. Di sejumlah tempat atau Gereja Lokal (yaitu keuskupan), Pentakosta dirayakan sebagai hari doa untuk karya misi.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




