Seri 22
MASA PASKAH
Masa Paskah mulai pada Hari Minggu Paskah dan berakhir dengan Hari Minggu Pentekosta. Berakhir pada hari yang kelima puluh, maka kita merayakan Kebangkitan Kristus selama lima puluh hari lamanya. Dokumen Norma Umum Tahun dan Kalender Liturgi (General Norms for the Liturgical Year and the Calendar, G.N.L.Y. 22) menyatakan bahwa “lima puluh hari, dari Hari Minggu Paskah sampai Hari Pentekosta dirayakan sebagai satu hari pesta, yang sering dikenal sebagai Minggu Agung.” Tahun liturgi tidak selalu memiliki pembagian yang rapih antara satu masa ke masa yang lain. Contoh konkrit yaitu, hari Minggu Paskah adalah Triduum Paskah dan juga adalah permulaan dari Masa Paskah. Gereja menggambarkan Masa Paskah ini sebagai waktu ‘segalahnya untuk menyanyikan Alleluia’. Masa Paskah adalah waktu di mana kegembiraan Kebangkitan melimpah dan dirayakan sepanjang tujuh minggu (Minggu Paskah I-VII). Umat beriman (Gereja perdana) memahami tujuh minggu Paskah ini seperti tujuh tahun dan menyebut tujuh minggu Masa Paskah ini dengan nama ‘Minggu Agung.’ Masa Paskah, khusus bagi para baptisan baru yang telah menjadi anggota Gereja pada Malam Paskah, merupakan masa untuk mistagogi atau katekese setelah diri mereka dibaptis. Mistagogi pengajaran iman ini bermaksud menuntun hati dan budi para baptisan baru untuk makin memahami makna Misteri Kebangkitan Kristus yang sudah diterima dalam Perayaan Malam Paskah. Empat ritus utama perayaan Malam Paskah: Liturgi Cahaya, Liturgi Sabda, Liturgi Baptisan, dan Liturgi Ekaristi. Melalui ritus-ritus dan lambang- lambang liturgis perayaan Malam Paskah anggota-anggota baptisan baru berefleksi lebih dalam tentang Misteri Kebangkitan Kristus dan Sakramen Baptis yang telah diterima. Bagaimana liturgi Malam Paskah mengajarkan para baptisan baru menjiwai atau menginternalisasikan iman Gereja akan Kebangkitan Kristus dan Sakramen Baptis lebih dalam. Setiap tahun selama Masa Paskah kita mendengarkan Injil Yohanes dan bahkan kita juga mendengarkan bacaan-bacaan kisah Perjanjian Lama.
Bacaan pertama diambil dari Kisah Penciptaan Allah. Lilin Paskah pertama dinyalahkan pada Malam Paskah mendapat tempat yang menyolok dan terlihat di Panti imam (Sanctuary), dan selanjutnya dinyalahkan setiap perayaan liturgi sepanjang Masa Paskah. Lilin Paskah dinyalakan, dengan maksud kita melakukan segala sesuatu dalam terang Kebangkitan Kristus Tuhan.
Tujuan utama Masa Paskah bagi kita umat beriman adalah masa di mana kita dengan penuh kegembiraan merayakan Kebangkitan Kristus Tuhan dan kita menjanjikan hidup baru di dalam Dia yang telah bangkit.
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..




