Teladan Hidup Santa Sesilia (22-11-12)
Kamis, 22 November 2012
St. Sesilia, Perawan dan Martir Wahyu 5:1-10;
Mazmur 149:1-2,3-4,5-6a,9b;
Lukas 19:41-44
TELADAN HIDUP SANTA SESILIA
“kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu !." (Lukas 19:42a)
Sesilia adalah seorang gadis bangsawan Roma dan pengikut Yesus. Sejak kecil, Sesilia telah berikrar untuk hidup suci-murni dan tidak menikah. Namun, orang tuanya menikahkannya dengan Valerianus, seorang pemuda berhati mulia dan jujur, namun masih kafir. Di hari pernikahannya, Sesilia mengikuti upacara sambil berdoa dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Bahkan Sesilia bersaksi kepada Valerianus, suaminya, bahwa ia memiliki malaikat pelindung yang selalu menjaga kesuciannya. Untuk membuktikan kebenaran itu, Valerianus menghadap Paus Urbanus. Akhirnya Valerianus bertobat dan dibaptis oleh Paus Urbanus. Waktu itu Kaisar Roma, Diokletianus, giat mengejar dan menganiaya umat Kristiani. Namun, dengan rajin Sesilia dan Valerianus menguburkan jenazah orang-orang Kristiani yang dibunuh setiap hari. Tak lama sesudah Valerianus ditangkap dan dibunuh, Sesilia juga ditangkap dan diadili sebelum lehernya dipenggal. Sesilia wafat sebagai martir Kristus pada tahun 230. Kemartirannya membuat banyak orang Roma bertobat dan mengimani Kristus.
Teman-teman, keberanian Sesilia menjadi martir adalah contoh umat Kristiani sejati. Hidupnya dijadikan madah pujian bagi Tuhan. Ia lebih senang mati daripada menyangkal cinta setianya kepada Tuhan. (RBS)
Doa(†) :
Jadilah Berkat Tuhan Bagi Sesama (21-11-12)
Rabu, 21 November 2012
SP Maria dipersembahkan kepada Allah Wahyu 4:1-11;
Mazmur 150:1-2,3-4,5-6;
Lukas 19:11-28
JADILAH BERKAT TUHAN BAGI SESAMA
“Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya." (Lukas 8:36)
Injil hari ini bercerita tentang seorang bangsawan yang pergi ke negeri yang jauh karena ia dinobatkan jadi raja di sana. Sebelum pergi, bangsawan itu memanggil 10 orang hambanya. Masing-masing hambanya itu diberikan satu mina untuk berdagang. Beberapa saat kemudian, bangsawan itu kembali ke negerinya. Para hambanya dikumpulkan untuk ditanyai berapa hasil dagang mereka masing-masing. Ada yang menghasilkan 10 mina, ada juga yang hanya limamina. Namun, ada juga yang tidak menghasilkan sama sekali. Malah mina itu disimpan dalam sapu tangan. Kepada hamba yang berhasil melipatgandakan minanya, bangsawan itu memuji dan memberikan mereka kepercayaan yang lebih besar lagi. Sedangkan hamba yang tidak menghasilkan apa-apa dihukumnya.
Teman-teman, bangsawan itu adalah Allah. Hamba-hamba adalah kita. Sedangkan mina adalah talenta atau berkat kita. Itu artinya, Tuhan ingin kita mengembangkan berkat atau talenta kita untuk lebih memberkati sesama dan memuliakan Tuhan.
Ayo, kita mulai dari sekarang ! Janganlah kita menjadi seorang hamba yang tidak menghasilkan apa-apa, lalu dihukum akhirnya. (OC)
Doa(†) :
Melihat dan Memuliakan Allah (19-11-12)
Senin, 19 November 2012
St. Rafael dari Yosef Kalinowski; Wahyu 1:1-4; 2:1-5a;
St. Mechtildis Mazmur 1:1-2,3,4,6;
Lukas 18:35-43
MELIHAT DAN MEMULIAKAN ALLAH
“Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.” (Lukas 18:43)
Yesus berkunjung ke Yerikho. Di sana ada seorang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan. Mendengar Yesus datang, pengemis itu segera berseru agar Yesus menyembuhkannya. Orang banyak menegor dia agar diam. Namun pengemis itu semakin mengeraskan suaranya. Akhirnya Yesus pun menyembuhkan kedua mata pengemis itu, sehingga ia dapat melihat kembali. Itu dilakukan Yesus, karena iman si pengemis buta yang luar biasa. Setelah sembuh, pengemis itu mengikuti Yesus sambil memuji dan memuliakan Allah. Semua orang yang melihat hal itu pun turut memuji-muji Allah.
Saat Yesus sudah datang di hati kita, atau saat Yesus sudah menyembuhkan sakit kita, kita suka lupa berterima kasih kepada-Nya. Kita lupa memuji Allah atas kebaikan-Nya kepada kita.
Mulai hari ini, marilah kita belajar untuk selalu berterima kasih dan memuji Allah atas semua hal yang boleh kita alami. (AJ
Doa (†) :
Tuhan Yesus, kami mau belajar untuk selalu berterima kasih dan memuliakan-Mu atas semua kebaikan-Mu yang kami terima. Amin.
Zakheus Yang Bertobat (20-11-12)
Selasa, 20 November 2012
St. Agnes dari Assisi Wahyu 3:1-6,14-22;
Mazmur 3:1-6,14-22;
Lukas 19:1-10
ZAKHEUS YANG BERTOBAT
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." (Lukas 19:5)
Siapa yang tidak kenal Zakheus ? Ya, Zakheus adalah orang bertubuh pendek. Ia bekerja sebagai pemungut cukai. Banyak orang tidak suka kepada Zakheus. Ia bekerja untuk orang Romawsi yang menjajah mereka. Maka ia dianggap sebagai orang berdosa oleh orang banyak. Saat orang banyak datang mengerumuni Yesus, Zakheus memanjat sebuah pohon. Ketiak Yesus melihatnya, Yesus segera memanggil Zakheus untuk turun. Hari itu Tuhan Yesus menginap di rumah Zakheus. Yesus mau menerima diri Zakheus apa adanya. Zakheus sangat terharu, dan ia pun bertobat.
Teman-teman, baiklah kita meneladani sikap Zakheus yang menunjukkan mau bertobat, menerima Yesus, dan berubah sikap setelah bertemu Yesus. Bagaimana dengan kita ? (NC)
Doa (†) :
Tuhan Yesus, bantulah kami memiliki hati yang mau bertobat dan berubah sikap menjadi anak yang taat di hadapan-Mu. Amin.
Selalu Siap (18-11-12)
Minggu, 18 November 2012
Hari Minggu Biasa XXXIII Daniel 12:1-3;
Mazmur 16:5,8,9-10,11;
Ibrani 10:11-14,18;
Markus 13:24-32
SELALU SIAP
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja." (Markus 13:32)
Mary dan Devi bersahabat akrab. Namun, mereka memiliki sifat yang berbeda. Mary adalah anak yang rajin dan selalu belajar setiap hari. Sedangkan Devi adalah anak yang hanya belajar jika ada ulangan. Suatu ketika ada ulangan mendadak di sekolah. Mary dengan mudah mengerjakan soal ulangan tersebut. Sedangkan Devi tidak bisa mengerjakannya sama sekali. Mary memperoleh nilai yang bagus. Sebaliknya, Devi mendapat nilai nol.
Teman-teman, dari kisah di atas, Tuhan ingin kita menjadi seperti Mary. Kita diminta untuk selalu siap dan berjaga-jaga. Ini berarti kita perlu melakukan apa yang menjadi tugas-tugas kita sekarang.. Karena itu, baiklah jika kita terus siap dan berjaga-jaga. Menjaga sikap, pikiran, dan perkataan serta rajin belajar, sebagai anaka-anak Allah semestinya. Apakah saya selalu menjaga perilaku kita setiap saat ? (FMS)
Doa (†) :
Tuhan, aku berjanji akan selalu berjaga-jaga di setiap waktu. Berkatilah aku, agar semakin hari semakin mencerminkan citra-Mu. Amin.




