“...Sebab Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu”
(Yeremia 26:15)
SUPERMAN, Batman & Spiderman,adalah superheroes yang sangat populer. Populer bukan hanya di kalangan anak-anak, tetapi orang dewasa juga menggemari mereka.
Karakter setiap superheroes tersebut berbeda, namun satu persamaan nya, mereka sama-sama memperjuangkan kebenaran. Saya masih ingat, waktu kecil saya pernah berandai-andai bila saya sekuat Batman ataupun Superman, saya pasti akan menolong yang lemah. Seandainya saya dapat terbang, saya pasti akan...., seandainya saya dapat mengeluarkan jaring maka saya akan....., wahh seru dehh....
Teman, kita tidak perlu menjadi superheroes untuk memperjuangkan kebenaran dan membela yang lemah. Kita harus berani untuk bertindak atas nama kita, seperti yang Nabi Yeremia lakukan pada bacaan hari ini. Kita harus percaya bahwa kita dapat memberikan perubahan dengan menjadi pribadi yang mencintai Tuhan, karena Tuhan memiliki tujuan yang mulia ketika Dia membentuk dan membawa kita ke dunia ini. Jadi, kalau ada yang bingung dan merasa tidak ada tujuan dalam hidupnya, lihatlah sekelilingmu dan mulailah untuk membantu orang lain. [718]
Sudahkah kita peka terhadap sekeliling kita…?
DOA(†)
Tuhan, bantulah aku untuk mewujudkan kasih-Mu melalui hidup dan amal baktiku. Amin(†)
TEMAN, ada berbagai macam alasan mengapa seseorang tidak mau mempercayai firman Tuhan. Bacaan hari ini menggambarkan dua di antara alasan tersebut. Pertama adalah karena firman Tuhan tidak sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. “Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan Tuhan untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: "Engkau harus mati!” (Yeremia 26:8). Kedua adalah karena orang yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya dianggap tidak layak. Dalam bacaan Injil hari ini, pada awalnya orang-orang yang mendengar khotbah Yesus merasa takjub (Matius 13:54). Namun setelah mengetahui bahwa Yesus hanyalah seorang anak tukang kayu, mereka memilih untuk menjadi tidak percaya dan menolak Yesus (Matius 13:55-57).
Kitapun sering mengambil bagian dalam kelompok orang yang tidak percaya. Ketika Yesus mengajarkan untuk mengasihi musuh dan mengampuni 70x7 kali, kita lebih sering mengacuhkannya dan memilih untuk membalas orang yang membuat kita sebal. Selain itu, ketika kita ditegur atau dinasehati oleh orang-orang yang lebih muda, yang kita anggap masih belum berpengalaman, atau dinasehati oleh supir, pembantu, karyawan kita masih suka mengacuhkan. St. Augustine pernah berkata, “If you believe what you like in the Gospel, and reject what you dislike, it is not the Gospel you believe, but yourself”. [VJs]
Apakah kita masih memilih-milih dalam mempercayai Injil?
DOA(†)
Ya Allah, ajarkan kami untuk percaya sepenuhnya pada firman-Mu walaupun sangat sulit dan kami tidak mengerti. Amin(†)
“Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
(Matius 13:46)
HARI ini adalah pesta Santo Alfonsus Maria de Liguori. Seorang Uskup dan Pujangga Gereja yang telah berkarya menulis 60 buah buku yang menjadi harta Gereja Katolik hingga saat ini.
Dalam bacaan Injil, Yesus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Sorga melalui kisah seorang pedagang yang menemukan harta terpendam. Mengapa pedagang? Tentu karena pedagang adalah sosok pribadi yang ulet untuk mendatangkan keuntungan bagi diri atau usahanya. Seorang pedagang yang menemukan harta terpendam, pasti akan mengusahakan segala cara untuk bisa memilikinya. Pedagang ini akhirnya mengorbankan dan menjual segala miliknya untuk bisa membeli ladang yang berisi harta itu.
Hal ini juga dialami oleh Santo Alfonsus. Ketika dua kali ia mendengar suara ajaib yang berkata: ”Tinggalkanlah dunia dan serahkanlah dirimu kepada Aku”. Ia pun sadar bahwa itu adalah suara Tuhan sehingga ia memutuskan untuk menjadi biarawan yang sepenuhnya mempersembahkan hidup bagi Tuhan. Meskipun ayahnya berusaha menghalangi niatan Santo Alfonsus, hatinya tetap tertuju pada panggilan Tuhan untuk menemukan harta Kerajaan Sorga.[AB]
Apakah Hal Kerajaan Sorga merupakan prioritas tujuan hidupku?
DOA (†)
Yesus,Engkau adalah harta terpendam yang selalu kunanti.Amin(†)
PERNAHKAH kalian melihat juru masak yang sedang bekerja?Pada awalnya, juru masak akan mengumpulkan seluruh bahan makanan dan jika sudah terkumpul kemudian bahan itu akan dipilih dan diolah. Bahan apapun jika diolah oleh juru masak yang handal pasti akan menghasilkan cita rasa yang lezat. Seorang juru masak seharusnya juga bisa mengolah sisa-sisa bahan masakan yang sudah tidak terpakai menjadi makanan lain yang lebih lezat. Kitapun sebenarnya sama seperti bahan makanan dan Tuhan menjadi juru masaknya. Sejak awal kita sudah dipilih sebagai anggota kerajaan Allah (Matius 13:47) untuk menghasilkan sesuatu yang indah. Masalahnya adalah apakah kita yang sudah dipilih mau diolah oleh Tuhan?
Proses pengolahan seringkali tidak mengenakan. Dan kita menjadi tidak sabar dan putus asa. Kita keluar dari rencana Allah dan menjadi sesuatu yang kurang berkenan di hadapan-Nya. Tetapi Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah. Kerapuhan kita bisa diubahkan asalkan kita mau berserah. Yeremia mengumpamakan dengan berkata, “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” (Yeremia 18:4). Tuhan selalu memberikan kesempatan-kesempatan bagi kita untuk kembali menjadi sesuatu yang baik. Jika kita tetap bersikeras untuk hidup menurut kehendak diri sendiri, maka pada akhirnya kita akan dicampakkan “...ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” (Matius 13:50). [VJs]
Apakah kita hidup menurut rencana Tuhan atau diri sendiri?
DOA(†)
Ya Yesus, ajarkan aku untuk berserah pada rencana-Mu. Amin(†)
“Pada Waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.”
(Matius 13 :43a)
SIAPAyang tidak mengenal St. Ignatius Loyola, imam besar pendiri Ordo Jesuit(Serikat Yesus) atau disingkat SJ. Ia seorang tentara perang yang juga putra bangsawan Spanyol yang akhirnya menyerahkan hidupnya untuk menjadi seorang rohaniwan. Ia lebih memilih menjadi pahlawan rohani daripada menjadi pahlawan dunia. Kenapa ? Semuanya karena firman Tuhan yang dibacanya secara tidak sengajadalam kisah-kisah orang suci. Apa yang dibacanya tertanam dan bersemi dalam lubuk hatinya. Ada rasa sejuk saat ia menekuni firman Tuhan. Ia ingin meneladan orang-orang suci yang telah dibacanya. Pendek kata, ia jatuh cinta kepada Tuhan Yesus dan firmanNya yang membuahkan benih cita-citanya menjadi abdi Tuhan dan menobatkan banyak orang yang belum menerimaKristussebagai juru selamat pribadi.
Seperti halnya St. Ignatius Loyola, kita juga membaca firman Tuhanserta membaca riwayat hidup santo-santa ?Tetapi sebanyak apa kita sudah membaca dan menekuni firman Tuhan ? Setiap harikah atau kadang-kadang saja jika kita lagi “mood”. Apakah firman Tuhan yang kita baca sudah tertanam dan bersemi di hati kita ? Apakah kita tertarik meneladan orang saleh ?
Dalam perumpamaan di Matius 13:36-43, BENIH berbicara bibit yang di tanam dalam hati kita. Apakah kita menerima benih yang baik atau benih yang buruk dalam hidup kita. Tuhan Yesus adalah penabur benih baik di dalam ladang DUNIA ini, tetapi iblis juga ikut ambil bagian menabur benih kejahatan di dalamnya. Benih baik adalah firman Tuhan. Jika firman Tuhan selalu ditaburkan ke dalam hati kita baik melalui renungan harian yang kita baca ataupun kotbah-kotbah yang kita dengar, maka kita akan bertumbuh bagai GANDUM yang berguna bagi Tuhan dan sesama. Kita akan mendapat tempat sebagai anak-anak Kerajaan Allah. Tetapi jika hati kita selalu dibuka untuk menerima benih buruk yang ditabur iblis, yaitu kekecewaan, kepahitan, sakit hati, iri hati, hawa nafsu, godaan duniawi, bahkan kesibukan duniawi, maka kita akan di sesatkan menyerupai dunia yang sudah jahat ini bagaikan LALANG si penganggu yang akhirnya dicampakkan ke dalam dapur api yaitu kematian kekal.
Pilihan ada di tangan kita semua. Maukah kita ditaburkan benih baik setiap hari melalui firman Tuhan yang kita baca atau tetap terlena dengan keinginan duniawi kita ? Maukah kita bertumbuh di dalam Tuhan supaya kita bercahaya dan kuat berdiri di tengah-tengah angkatan yang jahat ini dan keluar sebagai pemenang. [sela]
Sudahkah benih firman Tuhan tertanam dan bersemi di dalam hatiku ?
DOA (†)
Tuhan Yesus, terima kasih untuk benih firman-Mu yang telah Engkau tabur didalam hidupku. Aku mau bertekun membaca dan merenungkan firmanMu setiap hari supaya aku beroleh kehidupan kekal dan mendapat bagian di dalam kerajaanMu. Amin(†)