St. Ignasius dr Loyola
Yeremia 14:17-22
Mazmur 34:2-3, 4-5, 6-7, 8-9
Matius 13:36-43
“Pada Waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.”
(Matius 13 :43a)
SIAPAyang tidak mengenal St. Ignatius Loyola, imam besar pendiri Ordo Jesuit(Serikat Yesus) atau disingkat SJ. Ia seorang tentara perang yang juga putra bangsawan Spanyol yang akhirnya menyerahkan hidupnya untuk menjadi seorang rohaniwan. Ia lebih memilih menjadi pahlawan rohani daripada menjadi pahlawan dunia. Kenapa ? Semuanya karena firman Tuhan yang dibacanya secara tidak sengajadalam kisah-kisah orang suci. Apa yang dibacanya tertanam dan bersemi dalam lubuk hatinya. Ada rasa sejuk saat ia menekuni firman Tuhan. Ia ingin meneladan orang-orang suci yang telah dibacanya. Pendek kata, ia jatuh cinta kepada Tuhan Yesus dan firmanNya yang membuahkan benih cita-citanya menjadi abdi Tuhan dan menobatkan banyak orang yang belum menerimaKristussebagai juru selamat pribadi.
Seperti halnya St. Ignatius Loyola, kita juga membaca firman Tuhanserta membaca riwayat hidup santo-santa ?Tetapi sebanyak apa kita sudah membaca dan menekuni firman Tuhan ? Setiap harikah atau kadang-kadang saja jika kita lagi “mood”. Apakah firman Tuhan yang kita baca sudah tertanam dan bersemi di hati kita ? Apakah kita tertarik meneladan orang saleh ?
Dalam perumpamaan di Matius 13:36-43, BENIH berbicara bibit yang di tanam dalam hati kita. Apakah kita menerima benih yang baik atau benih yang buruk dalam hidup kita. Tuhan Yesus adalah penabur benih baik di dalam ladang DUNIA ini, tetapi iblis juga ikut ambil bagian menabur benih kejahatan di dalamnya. Benih baik adalah firman Tuhan. Jika firman Tuhan selalu ditaburkan ke dalam hati kita baik melalui renungan harian yang kita baca ataupun kotbah-kotbah yang kita dengar, maka kita akan bertumbuh bagai GANDUM yang berguna bagi Tuhan dan sesama. Kita akan mendapat tempat sebagai anak-anak Kerajaan Allah. Tetapi jika hati kita selalu dibuka untuk menerima benih buruk yang ditabur iblis, yaitu kekecewaan, kepahitan, sakit hati, iri hati, hawa nafsu, godaan duniawi, bahkan kesibukan duniawi, maka kita akan di sesatkan menyerupai dunia yang sudah jahat ini bagaikan LALANG si penganggu yang akhirnya dicampakkan ke dalam dapur api yaitu kematian kekal.
Pilihan ada di tangan kita semua. Maukah kita ditaburkan benih baik setiap hari melalui firman Tuhan yang kita baca atau tetap terlena dengan keinginan duniawi kita ? Maukah kita bertumbuh di dalam Tuhan supaya kita bercahaya dan kuat berdiri di tengah-tengah angkatan yang jahat ini dan keluar sebagai pemenang. [sela]
Sudahkah benih firman Tuhan tertanam dan bersemi di dalam hatiku ?
DOA (†)
Tuhan Yesus, terima kasih untuk benih firman-Mu yang telah Engkau tabur didalam hidupku. Aku mau bertekun membaca dan merenungkan firmanMu setiap hari supaya aku beroleh kehidupan kekal dan mendapat bagian di dalam kerajaanMu. Amin(†)




