Jumat, 27 Juli2012
Br. Titus Brandsma
Yeremia 3:14-17
MT : Yeremia 31:10,11-12ab,13
Matius 13:18-23
”Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah...”
(Matius 13:23)
SAYA mengajak teman-teman semua untuk membaca injil hari ini dengan baik. Tuhan Yesus memberikan pengajaran-Nya dengan perumpaan benih yang ditaburkan diberbagai kondisi tanah.
Nah sekarang kita lihat ke diri kita masing-masing. Kita bertanya kepada diri kita. Bagaimanakah kondisi seperti apakah diri kita? Apakah kita seperti pinggiran jalan, tanah berbatu, atau semak duri? Tuhan Yesus memastikan kalau kondisi kita seperti ini maka hidup kita tidak akan pernah berbuah. Terus gimana caranya ya?
Tuhan Yesus memberikan solusinya, yaitu hendaknya kita menjadi tanah yang baik dan subur sehingga benih yang ditaburkan dapat berkembang sempurna. Tuhan katakan tanah yang baik adalah kita yang setelah mendengar firman-Nya, mau mengerti. Banyak orang mendengar firman Tuhan tapi tidak mau mengerti dan mengikuti kehendak Tuhan, kita seringkali masih mengikuti ego dan pemikiran kita sendiri. Dengan demikian Tuhan tidak bisa berkarya secara bebas dalam hidup kita. Kuncinya adalah menjadi murid, yang senantiasa mau mendengar, belajar dan akhirnya mengerti kemauan Sang Guru, sehingga akhirnya hidup kita pun berbuah limpah, tidak hanya kita nikmati sendiri namun banyak orang di sekitar kita akan merasakan berkat Tuhan. [sTF]
Apakah aku sudah menjadi tanah yang baik untuk firman Tuhan?
DOA(†)
Tuhan Yesus, bantulah kami untuk menjadi tanah yang subur bagi firman-Mu. Amin(†)




