Kamis, 2 Agustus2012
Yeremia 18:1-6
Mazmur 146:2abc,2d-4,5-6
Matius 13:47-53
PERNAHKAH kalian melihat juru masak yang sedang bekerja?Pada awalnya, juru masak akan mengumpulkan seluruh bahan makanan dan jika sudah terkumpul kemudian bahan itu akan dipilih dan diolah. Bahan apapun jika diolah oleh juru masak yang handal pasti akan menghasilkan cita rasa yang lezat. Seorang juru masak seharusnya juga bisa mengolah sisa-sisa bahan masakan yang sudah tidak terpakai menjadi makanan lain yang lebih lezat. Kitapun sebenarnya sama seperti bahan makanan dan Tuhan menjadi juru masaknya. Sejak awal kita sudah dipilih sebagai anggota kerajaan Allah (Matius 13:47) untuk menghasilkan sesuatu yang indah. Masalahnya adalah apakah kita yang sudah dipilih mau diolah oleh Tuhan?
Proses pengolahan seringkali tidak mengenakan. Dan kita menjadi tidak sabar dan putus asa. Kita keluar dari rencana Allah dan menjadi sesuatu yang kurang berkenan di hadapan-Nya. Tetapi Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah. Kerapuhan kita bisa diubahkan asalkan kita mau berserah. Yeremia mengumpamakan dengan berkata, “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” (Yeremia 18:4). Tuhan selalu memberikan kesempatan-kesempatan bagi kita untuk kembali menjadi sesuatu yang baik. Jika kita tetap bersikeras untuk hidup menurut kehendak diri sendiri, maka pada akhirnya kita akan dicampakkan “...ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” (Matius 13:50). [VJs]
Apakah kita hidup menurut rencana Tuhan atau diri sendiri?
DOA(†)
Ya Yesus, ajarkan aku untuk berserah pada rencana-Mu. Amin(†)




