Jumat, 10 Mei 2013
Kisah Para Rasul 18:9-18
Mazmur 47:2-3,4-5,6-7
Yohanes 16:20-23a
WAKTUsaya membaca bacaan hari ini, rasanya jadi deg-deg-an. Seperti diingatkan kembali bahwa jalan mengikut Tuhan tidak mulus dan banyak kerikil. Mulai dari Paulus yang diganggu oleh kepala rumah ibadat sampai Yesus sendiri berkata bahwa ketika dunia bergembira, kita malah menangis dan meratap. Dashyat banget! Kalau tidak punya iman dan kepasrahan kepadaNya mungkin akan terasa sangat berat ketika melalui itu.
Bacaan hari ini mengingatkan saya pada kotbah pastur saat misa malam Natal 2011. Saat itu pastur bertanya, “Bagaimana perasaan kalian apabila dicium oleh orang yang kalian sayangi? Wah, pasti bahagia sekali yah! Lalu pastur bertanya lagi, “Apakah Tuhan Yesus adalah orang yang kamu sayangi juga?” Tentu saja dalam hati saya berkata iya. Ternyata pertanyaan pastur belum selesai. “Tuhan Yesus yang kamu sayangi itu, mempunyai mahkota duri di kepalaNya. Ketika mencium kita, tentu saja mahkota duri itu akan mengenai dan menyakiti kita.” Setelah mendengar pernyataan pastur itu, saya menjadi tersentak. Benar juga yah. Kalau mengaku mengasihi Tuhan Yesus, saya harus siap menerima resiko yang kurang menyenangkan itu. Tetapi seperti janji Tuhan, dukacita kita tidak akan bertahan lama dan berubah menjadi sukacita. Demikian juga nanti setelah berkumpul dengan Yesus di kerajaanNya, kita tidak akan ingat lagi dengan perjuangan selama hidup kita. [AW]
Apakah saya benar-benar mengasihi Tuhan Yesus?
DOA (†)
Tuhan, ajarkan saya untuk dapat menjadi anak-Mu yang setia. Amin(†)




