MERANGKAI HIDUP MENURUT KEINGINAN ROH

Bacaan I: Kis. 2:1-11; Bacaan II: Gal. 5:16-25; Bacaan Injil: Yoh. 15: 26-27; 16: 12-15.
MERANGKAI HIDUP MENURUT KEINGINAN ROH
Dalam amanat perpisahan-Nya sebelum naik ke surga, Yesus berkata kepada para murid-Nya bahwa “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.(Yoh 15:26).
Sepuluh hari setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, terpenuhilah janji itu. Roh Kudus turun ke atas para Rasul dalam bentuk lidah-lidah nyalah api yang bertebaran dan hinggap di atas kepala mereka masing-masing, lalu mereka pun mampu berbicara dalam berbagai macam bahasa. Dan semua orang yang hadir dari berbagai suku bangsa dan bahasa, mampu mengerti dan memahami bahasa para rasul tersebut.
Itulah Pentakosta yang kita rayakan hari ini. Hari yang disebut juga sebagai hari lahirnya Gereja Kristus, hari dimana para murid dimampukan untuk berbicara dalam pelbagai bahasa, diberanikan untuk bersaksi dan mewartakan bahwa Yesus telah bangkit (Kis 2:23-24) serta mengajak orang-orang untuk bertobat supaya diselamatkan (Kis 2:28-40). Mereka juga semakin beriman dan percaya kepada Yesus sebagai penyelamat (Kis 2:14.21-22), semakin giat mewujudkan persekutuan hidup bersama (Kis 2:41-43.46) dan mengembangkan solidaritas serta pelayanan kasih (Kis 2:44-45).
Roh Kudus, yang dikaruniakan kepada para murid, juga telah dicurahkan kepada kita pada saat pembaptisan (Kis 2:38) dan penerimaan sakramen penguatan (Kis 8:16-17; 19:5-6). Dan Roh kudus masih terus hadir dalam setiap perayaan Ekaristi untuk menyucikan kita semua dan menguduskan roti-anggur menjadi tubuh dan darah Kristus.
Yesus berkata kepada para murid-Nya, “tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."(Yoh 15:26-27). Bersaksi menurut St. Paulus dalam bacaan kedua adalah hidup menurut keinginan Roh yaitu hidup yang menghasilkan buah-buah Roh.
Pada hari Pentakosta ini St. Paulus mengajak kita untuk merangkai suatu hidup yang menghasilkan buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, lemah lembut dan penguasaan diri. (LN)




