
Bacaan I : 1Raj. 3:5,7-12; Bacaan II : Rm. 8:28-30;
Bacaan Injil : Mat. 13:44-52.
RENUNGAN 30 JULI 2023
Dalam Injil Matius Yesus memberi pengajaran kepada para murid-Nya tentang Kerajaan Surga melalui tujuh perumpamaan di mana tiga perumpamaan terakhir adalah Harta yang Terpendam, Mutiara yang Berharga dan Jala Besar. [Mat 13: 44-52].
Perumpamaan Harta yang Terpendam dan Mutiara yang Berharga mengingatkan kita bahwa Kerajaan Surga adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada semua umat-Nya dengan menujukkan ada yang begitu berarti, berharga dan bernilai tinggi. Untuk mendapatkannya harus diperjuangkan dengan cara “menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang/mutiara itu” (ay 44,46) yaitu berani melepaskan segala yang kita miliki.
Anugerah Tuhan kepada umat-Nya adalah 1. Yesus yang hadir ke dunia, hidup dan karya-Nya mewartakan bagaimana mewujudkan Kerajaan Surga. 2. Hati manusia yang terus berdoa menghadirkan Kerajaan Surga dalam kehidupan. 3. Gereja yang adalah kita bersama seluruh umat untuk mewujudkan Kerajaan Surga dalam hidup keseharian kita.
Dalam bacaan pertama kita belajar dari ketidakmampuan Salomo muda saat menerima tugas menjadi raja. Doanya memohon agar diberi hati yang dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat berkenan di hadapan Tuhan. [1Raj 3:9,12]. Sementara dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Roma meneguhkan kita bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. [Rm 8:28]
Perumpamaan tentang Jala Besar (ay 47-52) merupakan cerita paralel dengan perumpamaan ilalang dan gandum. Tuhan memanggil siapa saja masuk dalam jaring keluarga Kerajaan-Nya. Yesus menutup pengajaran-Nya dengan menyampaikan bahwa Kerajaan Surga seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaan [ Mat 13:52]. Yesus mengajak umat pada masa itu untuk tetap berpegang pada Taurat dan menerima ajaran Yesus.
Perumpamaan-perumpaan Yesus meninggalkan permenungan bagi kita. Maukah kita meninggalkan segala yang kita miliki demi Kerajaan Surga? Maukah kita berusaha hidup bagi Kerajaan Surga di tengah hal-hal negatif yang mengelilingi kita? Karena pada saatnya nanti, ketika jala besar ditebar dan ditarik oleh si Empunya, maka Dia akan memisahkan mana ikan yang baik dan mana ikan yang tidak baik. Ikan yang baik mendapatkan tempat yang baik dan demikian sebaliknya. Termasuk yang manakah kita? (DN).




