Now or Never (26-9-13)
Kamis, 26 September 2013
Hagai 1:1-8
Mazmur 149:1-2,3-4,5-6a,9b
Lukas 9:7-9
“Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!”
(Mazmur149:5)
SERINGkita mendengar atau bahkan kita sendiri yang mengatakan bahwa urusan rohani itu bisa dilakukan nanti ketika sudah tua. Hal menunda seperti ini terjadi pula pada jaman Nabi Hagai. Dua tahun setelah pulang dari Babilonia, orang-orang Yahudi sudah meletakkan fondasi Bait Allah (Ezra 3:8-13). Tetapi lalu muncul musuh-musuh (Ezra 4-5), sehingga pembangunan Bait Allah itu terhenti. Setelah lewat empat belas tahun, mereka tetap membiarkan Bait Allah itu begitu saja. Bangsa Yahudiberkata,”...Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan!" (Hagai 1:2).
Kita juga sering menomor duakan Tuhan. Saya pernah melihat seorang kerabat yang rela untuk berpindah agama agar bisnisnya lebih cepat berkembang. Agama dan ajaran Tuhan bisa dianggap sebagai penghalang dan membuat kita cemas. Hal yang sama terjadi pada Herodes. Ia menjadi cemas karena perbuatan hebat yang dilakukan oleh Yesus karena Ia menganggap Yesus bisa mengalahkan kekuasaannya dan bahkan merebut tahtanya. (Lukas 9:7). Marilah kita segera berbalik kepada Tuhan selagi masih ada kesempatan dan rasakan semuanya indah pada waktu dan jalan Tuhan.[VJs]
Apakah aku selalu menunda-nunda untuk bertobat?
DOA(†)
Tuhan, biarlah jalan-jalanMu berada diatas jalan-jalanku.Amin(†)
Semua Sama di Mata Tuhan (24-9-13)
Selasa, 24 September2013
Mazmur 122:1-2,3-4a, 4b-5
Lukas 8:19-21
“Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”
(Lukas 8:21)
BAGAIMANAjika kita dikucilkan karena agama, suku, status sosial atau apapun itu karena adanya perbedaan? Pasti sangat menyakitkantentunya, dan hal ini masih banyak kita jumpai di Indonesia, negara kita tercinta. Masih ada pribadi atau sekelompok orang yang merasa mereka adalah yang paling baik. Sebenarnya tidak ada yang salah saat kita berada dalam suatu lingkungan atau kelompok tertentu. Tapi apakah kita membawa damai di sekitar kita, termasuk diluar lingkungan kita? Atau malah membawa dampak yang tidak baik hingga ada korban, baik harta atau bahkan korban jiwa?
Teman apakah kamu pernah mengalaminya? Ingat teman, Tuhan tidak pernah tidur, sebelum kita mengalami ketidakadilan, Tuhan telah merasakannya terlebih dahulu. Jadilah pembawa visi dan misi yang berpedoman akan kasih baik secara pribadi ataupun kelompok. Kalaupun kita diberi karunia mempunyai kelebihan dari yang lain, itu bonus dari Tuhan, dan jangan itu menjadikan kita sombong. Kapan pun Tuhan mau, Ia bisa ambil semua itu. Tuhan tidak pernah berada dalam suatu kelompok tertentu, ataupun mengkhususkan seseorang, semua sama di mata Tuhan. [W_6nd]
Sudahkah aku menerima sesama-ku tanpa melihat agama, suku, status sosial, dan segala perbedaan yang ada?
DOA(†)
Tuhan terimakasih Engkau menerima aku apa adanya. Amin(†)
Kesederhanaan Melayani (25-9-13)
Rabu, 25 September 2013
Ezra 9 : 5–9
MT Tobit 13 : 2,3-4a, 4bcd, 5, 8
Lukas 9: 1-6
“Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.”
(Lukas 9:3)
YESUS mengutus muridnya untuk memberitakan Kerajaan Allah dengan cara seperti kutipan ayat di atas, dan mereka pergi mengikuti perintah-Nya. Dibalik segala kesederhanaan mereka mampu memberitakan kabar Kerajaan Allah. Aku tidak punya uang lebih, aku belum makan, aku banyak kerjaan, aku butuh ini, aku butuh itu dan lain sebagainya adalah kata yang sering terlontar dari benak kita saat ingin menyebarkan Kabar Kerajaan Allah. Rasa malu, rasa malas, rasa takut terkadang menyertai kehidupan kita dalam melayani. Padahal kita sudah diberi kuasa untuk bisa menjadi kabar keselamatan bagi bnyak orang
Memulai dengan bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang akan menguatkan kita dan mendorong kita untuk berbagi dengan sesama dalam kesederhaan yang ada. Hanya iman kepercayaan dan kasihlah yang mampu membuat kita membawa kabar keselamatan bagi sesama kita yang membutuhkan, bukan uang, bukan karena kita sudah makan, bukan karena nganggur, bukan karena kebutuhan ini itu, dan sebagainya. Yuk kita baca kitab Ezra yang menyerukan tentang rasa bersyukur mereka akan banyak hal dengan mengikuti perintah-Nya.[EMK]
Apa aku mau tetap mewartakan Kerajaan Allah sambil bersyukur?
DOA(†)
Tuhan, mampukan aku untuk mampu mewartakan Kerajaan Allah dengan selalu bersyukur dibalik segala kesederhaanku. Amin(†)




