Duniawi Atau Surgawi (21-10-13)
Senin, 21 Oktober 2013
Roma 4:20-25
MT Lukas 1:69-70,71-72,73-75
Lukas 12: 13-21
“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
(Lukas 12:15)
SEKELOMPOK perampok di Perancis telah mencuri uang lebih dari 3,5 juta dolar. Tetapi hasil rampokan itu berupa uang logam Perancis yang masing-masing bernilai dua dolar dan berat totalnya 17 ton. Sebuah suratkabar Perancis mengejek para perampok itu: "Kalian tak dapat membeli istana, mobil, atau bahkan sepasang sepatu kulit buaya dengan berkarung-karung uang receh. Hukuman mereka ada di dalam kesuksesan mereka. Mereka harus menghabiskan uang rampokan mereka franc demi franc."
Ilustrasi cerita di atas mirip sekali dengan orang kaya yang bodoh seperti yang diceritakan dalam Injil hari ini. Untuk apa kita mengumpulkan harta duniawi tetapi ketika kita mati, kita tidak membawa apa pun? Bagaimana kita mau hidup kekal bersama Bapa apabila kita tidak mengenal Dia? “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:20). Yuk, teman-teman mari kita kumpulkan harta iman, pengharapan, dan kasih akan Yesus Kristus Tuhan dengan membaca firman Tuhan, ikut Persekutuan Doa, dan bersatu dalam perayaan Ekaristi. [tj]
Sudahkah kita menabung harta kekayaan surgawi?
DOA(†)
Tuhan, ingatkan kami untuk tidak tamak terhadap kekayaan duniawi. Amin(†)
Perutusan (18-10-13)
Jumat, 18Oktober 2013
Pesta S. Lukas, Penulis Injil
2 Timotius 4:10-17b
Mazmur 145:10-11,12-13ab,17-18
Lukas 10:1-9
“Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.”
(Mazmur 145:11-12)
SETIAPorang yang percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus adalah seorang saksi Kristus. Hal ini selalu kita AMIN-kan pada akhir perayaan Ekaristi, ketika Pastor memberikan berkat penutup kepada umat-Nya. “Pergilah, kita diutus”
Dalam Bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus memberikan bekal kepada umatNya sebelum tugas perutusan. Hal pertama adalah pentingnya komunitas yang seiman, sebagai manusia yang lemah, kita memerlukan support dan doa dari orang lain. Nasehat yang tidak kalah pentingnya adalah “Jangan membawa pundi-pundi, bekal, kasut.” (Lukas 10:4) Maksudnya adalah Yesus ingin kita menggantungkan diri pada kekuatan Allah, bukan kepada materi dan kekuatan diri sendiri. Yesus juga menginginkan keseriusan dan perhatian kita untuk fokus kepada tujuan utama yaitu menjadi saksi Kristus. Bekal terpenting yang Tuhan Yesus berikan adalah kuasa untuk mengadakan mukjizat supaya nama Tuhan dipermuliakan dan orang lain menjadi percaya karena Kerajaan Allah sudah dekat. Dan nasihat Yesus yang terakhir adalah untuk tidak sombong ketika kita dipakai oleh Tuhan untuk mengadakan mukjizat, tetapi bersukacitalah karena nama kita terdaftar di sorga [MhR]
Apa aku sudah menjalankan tugas perutusan dengan baik?
DOA (†)
Tuhan, berikan aku kekuatan untuk menjadi saksiMu. Amin(†)




