Kamis, 19 September 2013
1 Timotius 4: 12-16
Mazmur 111: 7-8,9,10
Lukas 7: 36-50
“Dosanya, yang banyak itu telah diampuni, sebab Ia banyak,
Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia ”
(Lukas 7:47)
PEREMPUAN yang datang kepada Yesus seharusnya sudah mati karena dirajam. Itu adalah hukuman bagi perempuan yang berzinah. Dengan penuh rasa penyesalan dan pertobatan yang sungguh-sungguh dari dalam hati, perempuan itu menyerahkan semua yang terbaik untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Pembasuhan kaki dengan air, ciuman dan pemberian minyak di kepala hanya diperuntukkan bagi tamu-tamu yang sangat dihormati dan terpandang. Tetapi perempuan ini telah melakukan sesuatu yang melebihi tindakan yang perlu diberikan kepada seorang tamu terhormat. Ia membasahi kaki Yesus dengan air matanya, bukan air biasa, menyekanya dengan rambutnya, pahdahal rambut adalah mahkota bagi perempuan. Ia mencium Yesus, bukan di bagian kepala atau wajah-Nya, melainkan kaki-Nya, dan meminyakinya dengan minyak narwastu mahal harganya (Lukas 7: 38). Biasanya untuk penyambutan tamu terhormat yang dipakai adalah minyak zaitun. Semua itu dilakukannya karena rasa penyesalannya yang luar biasa dan niat bertobat yang sungguh-sungguh. Mari kita contoh pertobatan dari perempuan berdosa ini. Bertobat dengan segala kerendahan hati dan niat yang sungguh untuk menjadi manusia yang selalu lebih baik lagi. [tj]
Sudahkah aku bertobat dengan kesungguhan hati?
DOA(†)
Tuhan, ajar kami untuk dapat sungguh-sungguh bertobat dan kembali kepada jalan-Mu. Amin(†)




