Kerendahan Hati (15-2-14)
Selasa, 25 Februari 2014
Yakobus 4:1-10
Mazmur 55:7-8,9-10a, 10b-11a,10b-11a,23
Markus 9:30-37
“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”
(Markus 9:37)
KETIKA Yesus tidak mau orang banyak mengetahui posisi Dia saat itu, para murid-Nya malah bertengkar perihal siapa yang terbesar di antara mereka. Yesus selalu mengajarkan kepada kita soal ‘kerendahan hati’. “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” (Markus 9:35) Mungkin memang konsep ini berbeda dengan apa yang kita jumpai dalam masyarakat kita. Di mana-mana seorang pimpinan tidak mau disamakan dengan pelayan. Berbeda dengan ajaran Yesus. Justru orang yang merendahkan diri akan ditinggikan.
Mari kita lihat jawaban Yesus seperti pada kutipan ayat di atas. Bahkan Yesus mengatakan bahwa ketika kita menyambut Yesus, justru kita sedang menyambut Bapa yang mengutus Yesus. Yesus selalu merasa bahwa apa pun yang Ia kerjakan, semua atas utusan Bapa. Seakan-akan Ia tidak dapat melakukan mukjizat tanpa seizin Bapa yang mengutusnya. Setiap kali dia mau berkeliling untuk mengajar atau pun selesai berkarya Yesus selalu menyempatkan diri untuk berdoa kepada Bapa-Nya. Yesus telah memberi teladan yang baik soal kerendahan hati. Mari kita belajar untuk saling merendahkan diri kita di hadapan Tuha dan saling melayani. [tj]
Sudahkah kita merendahkan diri dengan melayani sesama?
DOA(†)
Tuhan, beri kami hati seperti-Mu yang senantiasa mau melayani.Amin(†)




