Kamis, 20 Februari 2014
Yakobus 2 : 1 - 9
Mazmur 34 : 2-3, 3-4, 5-6
Markus 8 : 27 - 33
“Enyahlah iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
(Markus 8: 33b)
SAAT Yesus bertanya siapakah diri-Nya, banyak yang menjawab bahwa Dia Yohanes Pembatis, Elia atau seseorang dari nabi yang datang. Akan tetapi Petrus mempunyai iman yang teguh mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Akan tetapi saat Yesus memberitahukan tentang pertanda penderitaan Nya, Petrus mencoba mengalihkannya yang akhirnya Yesus memarahi dia seperti ayat di atas.
Dalam bacaan Yakobus juga diajarkan untuk tidak memandang rupa atau penampilan. Terkadang kita suka membuat ruang pemisah antara diri kita dan orang lain, kita mulai mengelompokkan orang–orang berdasarkan status sosial, kelas ekonomi, dan sebagainya. Di saat inilah sebenarnya kita telah berbuat kejahatan melalui pikiran kita. Pikiran kita yang tidak kudus membuat kita tidak melihat apa yang Tuhan ingin lakukan terhadap diri kita, sama seperti Petrus.
Teman–teman, mari kita sama–sama belajar melihat orang–orang di sekitar kita sebagaimana Tuhan memandang mereka. Let us share God’s Love melalui kesaksian hidup kita tanpa harus membeda–bedakan kelas atau status sosial. Karena akhirnya Tuhan tidak pernah memandang seberapa kaya kita atau seberapa terkenalnya kita. Tuhan melihat seberapa jauh, kita berjalan bersama-Nya dengan melakukan kehendak-Nya. [YD]
Apakah kita masih sering mengelompokkan sesama kita?
DOA(†)
Tuhan, ubah hatiku seperti hati-Mu dan mataku seperti mata-Mu, sehingga kami bisa menceritakan kasih-Mu untuk sesama kami. Amin(†)




