Senin, 24 Februari 2014
Yakobus 3:13-18
Mazmur 19:8, 9, 10, 15
Markus 9:14-29
“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat”.
(Yakobus 3:16)
ILO adalah seorang pegawai di sebuah restoran, ia merasa telah bekerja keras namun mengapa penghasilannya kecil? sedangkan Wibo seorang kasir yang tidak mengeluarkan banyak tenaga, penghasilannya besar? Karena rasa iri hatinya yang begitu besar, akhirnya ia melakukan suatu tindakan yang membuat Wibo dikeluarkan. Ia merasa senang akhirnya keinginannya tercapai. Hari pertama, Ilo bingung apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengoperasikan mesinnya? dan pekerjaan rutinitas lain termasuk mencocokkan jumlah uang dan laporannya. Seketika itu ia pun teringat dengan Wibo, ia menyesal dan merasa sangat bersalah, iri hati telah membutakan mata hati dan pikirannya dari kebenaran, ia sadar apa yang diperoleh Wibo memang setimpal dengan apa yang Wibo kerjakan.
Rasa iri hati jika tidak dapat kita kontrol itu ibarat hama yang ada pada tanaman yang sudah kita tahu dan kita biarkan terus berkembang sehingga tanaman itu akan mati ataupun jika menghasilkan buah, buahnya pun tidak akan bagus. Jadi kalau kita sudah sadar adanya benih iri hati ataupun pikiran-pikiran jahat, segeralah bertobat dan kembali kepada Tuhan. [W_6nd]
Apakah aku sudah bisa mengontrol rasa iri hati dan pikiran-pikiran jahat saat ia datang dalam hidupku?
DOA(†)
Tuhan ingatkan aku kembali akan kebenaran jalan-Mu saat iri hati ataupun pikiran-pikiran jahat menghampiri dan mengusikku. Amin(†)




