Iman Syarat Mukjizat (5-2-14)
Rabu, 5Februari2014
Pw. S. Agata, PrwMrt2 Samuel 24:2,9-17
Mazmur 32:1-2, 5,6,7
Markus 6:1-6
“Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka."
(Markus 6:6a)
DALAM bacaan Injil hari ini, dikisahkan bahwa pada awalnya jemaat kagum akan hikmat dan mukjizat yang dilakukan Tuhan Yesus. Tetapi kemudian mereka menjadi kecewa dan menolak Dia setelah mengetahui latar belakangnya. Dan hasilnya, tidak ada satu mukjizat pun yang Dia lakukan di sana.
Bacalah Matius 9:29 dan juga perikop lain di Injil mengenai bagaimana mukjizat terjadi. Jelas sekali bahwa salah satu syarat terjadinya mukjizat adalah iman. Mungkin banyak di dalam kehidupan kita, kita berlaku seperti jemaat di perikop bacaan Injil hari ini. Pada awalnya kita takjub akan Kuasa Tuhan Yesus, mungkin melalui acara Kebangkitan Rohani, Misa Penyembuhan, atau kesaksian sesama kita yang mengalami Kasih Tuhan. Tetapi setelah waktu berlalu dan Tuhan belum jawab kebutuhan kita, kita mulai ragu dan bertanya-tanya mengenai Kasih-Nya dan Kuasa-Nya. Kemudian biasanya hal ini berlanjut dengan kekecewaan. Keraguan dan kekecewaan kita merupakan penolakan yang tersembunyi. Saya percaya kita semua ingin mengalami mukjizat. Mari kita awali dengan diri sendiri, ambilah waktu untuk merenung, buang segala keraguan dan kekecewaan, banyaklah berdoa, membaca Firman, bersaat teduh, mengisi waktu kita dengan kegiatan Rohani. Biarlah iman kita menjadi semakin kuat dan teguh dan menjadikan mukjizat itu nyata atas hidup kita[RW]
Apakah aku sudah percaya penuh kepada Tuhan dalam segala keadaan?
DOA (†)
Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu untuk menguatkan Iman kami. Amin(†)




