AKU PERCAYA, TUHAN!



Bacaan I: Kej. 17: 3-7. Bacaan II: Rom 5:1-2, 5-8. Injil: Yo:5-15, 19b-39a, 40-42
BERIKANLAH AKU AIR ITU
Semua makluk hidup membutuhkan air. Tumbuhan yang tidak mendapatkan air secukupnya akan layu, kering dan mati. Hewan yang tidak mendapatkan suplai air secara rutin sulit dibayangkan bisa bertahan hidup. Demikian juga manusia yang 65% hidupnya bergantung pada air, tentu sulit untuk bertahan hidup tanpa air. Air memang sangat penting bagi kehidupan manusia sehingga dalam Alkitab air disebutkan lebih dari 700 kali. Yesus menggunakan air dalam bacaan injil hari ini sebagai simbol untuk menggambarkan kebutuhan akan kehidupan yang kekal. Dalam percakapan-Nya dengan perempuan Samaria, Yesus mengikuti dengan saksama penjelasan perempuan itu tentang pentingnya air dalam sumur yang dipercayai sebagai warisan dari Yakub. Yesus kemudian menjelaskan tahap demi tahap kepada perempuan Samaria itu tentang pentingnya “air kehidupan” yang ditawarkan Yesus, hingga akhirnya perempuan itu meminta kepada Yesus untuk diberikan kepadanya “air hidup” itu. Apa yang dimaksudkan dengan “air hidup” oleh Yesus? Air hidup yang diberikan Yesus adalah hidup kekal ( Yes 12:3). Dan hidup kekal adalah suatu kualitas hidup yang kita terima selaku orang yang beriman kepada Allah melalui Yesus Kristus. Persekutuan ini membuat kita semakin dekat dan paham akan Bapa, Putra dan Roh kudus. Dalam Perjanjian Baru hidup kekal adalah (1) suatu realitas masa kini yang menuntut adanya iman yang hidup, yaitu suatu tindakan pertobatan dan iman yang terus menerus tanpa putus. (2) hidup kekal juga mengandung harapan di masa depan, yang dikaitkan dengan kedatangan Kristus untuk umat-Nya yang setia. Kita patut bersyukur karena Tuhan kita Yesus Kristus maka kita dapat hidup dalam damai dengan Allah. Di masa Prapaskah ini kita diajak untuk dekat selalu dengan Dia sumber air hidup itu sehingga sungai cinta-Nya terus mengalir dalam diri kita dan mampu menjadi sumber mata air hidup bagi sesama di sekitar kita. (LN)

Bacaan 1: Kej. 2: 7-9; 3: 1-7 Bacaan 2: Rom. 5: 12-19 Injil: Mat.4:1-11
FIRMAN ALLAH KEKUATAN MENGHADAPI GODAAN
Akhir-akhir ini kita dihadapkan dengan berbagai macam berita Hoax. Berita hoax ini muncul di berbagai macam media dan terlebih di media sosial. Kata Hoax dalam bahasa Inggris artinya tipuan, bohong dan palsu. Berita Hoax berarti berita bohong, berita palsu, berita yang tidak benar. Anehnya, manusia senang sekali mendengarkan berita-berita hoax, bahkan menjadi pembuat berita hoax. Perilaku membuat dan menyebarkan berita Hoax ini bertujuan untuk membangun opini, menanamkan keyakinan sehingga orang percaya.
Teknik membuat dan menyebarkan hoax ini adalah keahliannya setan. Dalam bacaan pertama kita mendengar bahwa setan menggunakan berita bohong untuk membangun kepercayaan Eva supaya mengikuti keinginannya. Dalam Kej. 3: 4-6: setan berkata “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Berita hoax setan ini membuat Eva gelap mata lalu memetik dan memakan buah terlarang di taman Edan. Cara dan teknik yang sama digunakan setan ketika menggoda Yesus di padang gurun. Tiga kali ia mencoba tetapi gagal menaklukan Yesus. Tiga hoax yang digunakan setan adalah godaan untuk hidup enak, godaan untuk popularitas dan godaan kekuasaan. Tetapi Yesus menggunakan kebenaran Firman Allah untuk mematahkan semua godaan dan pencobaan itu. Yesus mengandalkan firman Allah dalam menghadapi pencobaan dan godaan-godaan dari setan. Di masa prapaskah ini kita berusaha menghindari perilaku setan yang suka menyebarkan berita hoax untuk menyesatkan orang lain, terlebih membuat sesama tersesat dan jatuh dalam dosa. Sebaliknya kita berusaha untuk terus membawa kebenaran firman Tuhan sehingga semakin banyak orang yang percaya dan mengikuti Yesus. Kita juga berusaha untuk hanya mengandalkan Firman Allah, hanya mengandalkan Yesus Adam baru kita dalam menghadapi setiap godaan dan tantangan hidup setiap hari.(LN).
Allah, hanya mengandalkan Yesus Adam baru kita dalam menghadapi setiap godaan dan tantangan hidup setiap hari.(LN)

Bacaan I: Kej. 12: 1-4a. Bacaan II: 2 Timotius 1:8a-10. Injil: Mat. 17:1-9.
BERDIRILAH, JANGAN TAKUT
Para ahli Psikologi umumnya merumuskan rasa takut sebagai suatu mekanisme pertahanan diri manusia yang terjadi sebagai respons terhadap suatu ancaman. Selanjutnya Dr. John MacArthur, seorang ahli Biblical Counseling menyebutkan bahwa ada 2 penyebab rasa takut yang sering melanda orang Kristen antara lain, (1) Hati nurani yang merasa bersalah oleh karena dosa, hingga adanya rasa takut akan hukuman dari Allah. (2) Kurangnya rasa percaya, bahwa Tuhan dapat mengatasi situasi yang dihadapinya.
Dua penyebab ketakutan diatas yang kiranya melanda Petrus, Yakobus dan Yohanes di atas gunung. Selain rasa kagum dan rasa bahagia karena pengalaman rohani yang mereka alami bersama Yesus, mereka juga sangat ketakutan ketika mendengar suara yang mengatakan: “inilah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia”. Gemuruh awan yang disertai suara membuat mereka tersungkur oleh rasa takut yang luar biasa. Mereka takut karena perasaan tidak layak dihadapan kemuliaan dan kesucian Tuhan Yesus. Mereka juga takut karena kurang yakin bahwa Yesus dapat menyelamatkan mereka dari situasi yang gawat itu. Tetapi Tuhan Yesus yang memahami setiap situasi bathin manusia, mendekati mereka, menyentuh mereka dan berkata: “berdirilah, jangan takut.”
Rasa takut bisa menghinggapi kita kapan dan di mana saja, bila kita masih hidup terus dalam kubangan dosa. Kita akan cemas, kuatir dan takut ketika berhadapan dengan hal-hal ilahi dan kudus dari Tuhan. Di masa puasa ini Yesus mengajak kita umat Kristiani yang tersungkur terus menerus oleh dosa dan kelemahan manusiawi kita, supaya berdiri dan jangan takut. Kita diajak seperti Abraham dalam bacaam pertama untuk keluar dari kampung halaman dosa kita dan pergi ke tanah yang dijanjikan Tuhan, yaitu tanah kebebasan dari dosa dan hidup dalam kemuliaan Allah bersama Yesus. (LN).

Bacaan 1 : Yes. 49:14-15. Bacaan 2 : 1Kor. 4:1-5. Injil : Mat. 6:24-34.
PERCAYALAH
Seperti perjalanan hidup bangsa Israel, tidak jarang kita dirundung kesepian dan merasa diabaikan Allah. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku. "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. (Yes49:14-15).
Allah yang maha baik selalu menyertai dan terus melimpahkan berkatNya, namun ada salah paham dalam menilai kebaikan Allah ini: kenikmatan dunia dianggap ganjaran sedangkan ujian dan penderitaan dianggap sebagai hukuman! Kita harus belajar memahami bahwa ujian dan penderitaan adalah sarana Tuhan untuk menguatkan dan memuliakan manusia! Syaratnya: percayalah, jangan kuatir, berserahlah dan lakukan kehendakNya dengan tekun! Toh, kekuatiran itu sama sekali tidak mengubah keadaan, bukan?
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Mat6:25-33).
Kita adalah baitNya! Allah ada dalam hati kita dan KerajaanNya bisa kita wujudkan dengan menjadikanNya Raja dalam setiap tindakan-langkah hidup kita; itulah kabar suka-cita yang harus dibagikan kepada sesama..
.
