Menantikan Raja Damai (17-12-12)
Senin, 17 Desember 2012
Kejadian 49:2, 8-10
Mazmur 72:1,3-4b, 7-9, 17
Markus 1:1-17
SELURUH bacaan pada hari ini tertuju pada penantian bangsa Israel akan datangnya seorang Raja yang membawa kedilan bagi semua orang. Keadaan bangsa Israel pada zaman itu tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada dunia kita sekarang ini. Dimana-mana ada perpecahan, ada ketidakadilan bagi kaum miskin, dan sebagainya. Itulah sebabnya bangsa Israel begitu menantikan adanya seorang penyelamat. Sama seperti kita mengharapkan adanya seorang pemimpin negara atau pun dunia yang dapat membuat dunia ini menjadi aman, tentram, dan damai.Kedatangan Tuhan Yesus sudah dinubuatan oleh nabi-nabi pada zaman itu. Itulah sebabnya pengharapan mereka akan datangnya sang juruselamat sangatlah besar.
Matius hari ini menulis tentang ‘silsilah’ Yesus. Hal ini mengartikan bahwa kelahiran Yesus yang disebut sebagai putra Abraham, putra Daud ini memiliki kesinambungan sejarah dan menjadi bukti kesetiaan Allah pada janji-janji-Nya dari jaman awal bangsa Israel. Mazmur pada hari ini juga berisi teriakkan pengharapan dari bangsa yang begitu mengharapkan adanya keadilan dan kedamaian. Setiap orang termasuk kita, tentu saja mengharapkan adanya kedamaian dan keselamatan dalam diri kita sendiri. Inilah yang juga kita nanti-nantikan. Kehadiran Kristus di dunia sebagai Raja Damai tidak hanya bagi dunia, tetapi terlebih lagi bagi diri kita masing-masing. [tj]
Apakah kita sungguh-sungguh menantikan kehadiran sang Raja Damai dalam hidup kita masing-masing?
DOA(†)
Tuhan, kami rindu melihat kedamaian dan keadilan tercipta di muka bumi ini. Tetapi kami juga rindu kedamaian itu terlebih dulu terjadi dalam diri kami agar kami dapat menjadi garam dan terang untuk dunia ini.Amin(†)




