Selasa, 11 Desember 2012
Yesaya40:1-11
Mazmur96:1-2,3,10ac,11-12,13
Matius. 18:12-14
SAHABAT sejati adalah harta yang tak ternilai dan tidak sama dengan sahabat sehati. Karena sahabat sehati akan selalu membenarkan segala tindak tanduk kita, sedangkan sahabat sejati berbahagia untuk kita saat kita senang, menasehati kita disaat kita berbuat yang salah dan mendukung kita disaat kita susah. Sebagai anak muda kita membutuhkan sahabat yang mau mendengarkan isi hati kita karena banyak keadaan ataupun kondisi yang kita alami yang tidak mungkin untuk diceritakan kepada orang-tua ataupun keluarga kita. Rasanya lebih mungkin bagi orang-tua ataupun keluarga kita untuk salah paham daripada mengerti keadaan yang kita alami ini.
Ada beberapa teman saya pernah cerita kepada saya bagaimana mereka memberontak dari orang-tuanya dan minggat. Ada beberapa juga yang curhat bagaimana dia terjerumus kedalam dunia narkotika karena kurang perhatian, bahkan ada pula yang jatuh kedalam dunia free-sex karena salah memilih pasangan. Sebagai teman, kita sering bingung bagaimana harus bersikap dan bertindak.
Teman, marilah kita belajar dan berusaha menjadi sahabat sejati yang senantiasa ada untuk teman-temannya, seperti Tuhan yang senantiasa ada dan menjaga kawanan dombanya. Untuk menjadi seorang sahabat yang sejati, kita harus senantiasa dekat kepada Tuhan dan mencari hikmat-Nya agar setiap nasihat dan tindakan kita benar dimata Tuhan. Biarlah setiap orang yang berteman dengan kita dapat melihat kasih Tuhan yang nyata dala hati kita. [718]
Apakah aku sudah menjadi sahabat sejati bagi sesamaku?
DOA(†)
Tuhan, ajarilah bagaimana menjadi sahabat sejati yang senantiasa ada untuk sesamaku.Amin(†)




