PERTEMUAN LANSIA
Akan diadakan hari Sabtu, 28 Juli, pukul : 10.00 di aula Santo Benedictus. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN
Akan diadakan hari Sabtu, 28 Juli, pukul : 10.00 di aula Santo Benedictus. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN
1. "Dalam rangka Pesta Nama Paroki yg ke 17, Panitia akan mengedarkan amplop utk dana bagi baksos, mohon bantuan umat untuk berpartisipasi memberi tanda kasih sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Setelah diisi, mohon dikumpulkan di kotak yang telah disediakan panitia di pintu keluar gereja, terimakasih"
2. "Panitia Pesta Nama Paroki mengingatkan para Korwil dan Ketua Lingkungan utk aktif mendorong umatnya berpartisipasi dalam memberi sumbangan utk baksos. Penerimaan sumbangan berupa barang diprioritaskan dalam bentuk sembako dan buku tulis baru.Bila berupa uang tunai dapat disalurkan melalui transfer ke rekening panitia ataupun amplop yg diedarkan setelah misa dan akan ditutup tgl 3 Agustus 2012."
Untuk anak-anak yang sekolah di sekolah Katolik pendaftarannya di sekolah masing-masing, untuk anak-anak yang bukan di sekolah katolik pendaftaran di Sekretariat paroki pada jam kerja. Persyaratan: Kelas 4 SD
Pengambilan foto untuk kelompok sekolah katolik di sekolah masing-masing, untuk kelompok Villa Melati Mas pengambilan di pastoran Santo Ambrosius – Villa Melati Mas, kelompok paroki pengambilan di sekretariat paroki pada jam kerja
Lambang Cinta dan Pengorbanan Kasula, disebut juga planeta, adalah pakaian luar yang dikenakan di atas alba dan stola. Kasula merupakan busana khas imam, khususnya selebran dan konselebran utama, yang dipakai untuk memimpin Perayaan Ekaristi. Kasula melambangkan keutamaan cinta kasih dan ketulusan untuk melaksanakan tugas yang penuh pengorbanan diri bagi Tuhan. Selama berabad-abad model kasula telah mengalami beberapa perubahan dan variasi. Kasula berasal dari kata Latin “casula” yang artinya “rumah”; kasula di kalangan Graeco-Romawi serupa sebuah mantol tanpa lengan yang sepenuhnya menutupi tubuh dan melindungi si pemakai dari cuaca buruk. Tujuan rohani kasula adalah mengingatkan imam akan kasih dan pengurbanan Kristus, “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kol 3:14). Doa ketika mengenakan kasula:“Ya Tuhan, Engkau pernah bersabda: `kuk yang Ku-pasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.' Buatlah aku sanggup mengenakan pakaian ini agar dapat memperoleh rahmatmu. Amin.”Pada Abad Pertengahan, muncul dua interpretasi populer mengenai makna busana liturgis ini. Interpretasi yang paling umum menafsirkan busana liturgis sebagai simbol sengsara Yesus: kain yang digunakan prajurit untuk menutup muka-Nya (amik) dan jubah (alba) sementara Ia diolok-olok dan disesah; tali-temali dan belenggu (singel) yang membelenggu-Nya sepanjang penderaan; salib (stola) yang Ia panggul; dan jubah tak berjahit (kasula) yang atasnya para prajurit membuang undi. Interpretasi lain yang juga populer lebih berfokus pada busana itu dari asal-usulnya yang dari militer Romawi, yang dipandang sebagai simbol imam sebagai laskar Kristus yang berperang melawan dosa dan setan.Pada intinya, busana-busana liturgis yang dikenakan dalam perayaan Misa memiliki dua tujuan utama. Pertama, “Gereja adalah Tubuh Kristus. Dalam Tubuh itu tidak semua anggota menjalankan tugas yang sama. Dalam perayaan Ekaristi, tugas yang berbeda-beda itu dinyatakan lewat busana liturgis yang berbeda-beda. Jadi, busana itu hendaknya menandakan tugas khusus masing-masing pelayan. Di samping itu, busana liturgis juga menambah keindahan perayaan liturgis” (Pedoman Umum Misale Romawi No. 335). Kedua, busana liturgis mengilhami imam dan semua umat beriman untuk merenungkan arti simboliknya yang kaya makna.diambil dari : YESAYA: www.indocell.net/yesaya
