
WARTA MONIKA 6 MARET 2016
1. JADWAL PEKAN SUCI 2016
|
JADWAL PERAYAAN PEKAN SUCI 2016 JADWAL MISA PEKAN SUCI PAROKI SANTA MONIKA BSD |
|||
|
Hari |
Tanggal |
Monika Jam |
Ambrosius Jam |
|
Sabtu Palma |
19 Mar 16 |
17,00 |
|
|
|
|
19.30 |
|
|
Minggu Palma |
20 Mar 16 |
06.00 |
|
|
|
|
08.30 |
07.30 |
|
|
|
17.00 |
|
|
|
|
19.30 |
|
|
Kamis Putih |
24 Mar 16 |
17.00 |
|
|
|
|
21.00 |
19.30 |
|
|
Tuguran |
23.00 |
|
|
Jumat Agung |
Jalan Salib |
08.00 |
|
|
|
25 Mar 16 |
15.00 |
15.00 |
|
|
|
20.00 |
|
|
Sabtu Vigili |
26 Mar 16 |
17.00 |
|
|
|
|
21.30 |
19.30 |
|
Minggu Paskah |
27 Mar 16 |
06.00 |
|
|
|
|
09.00 |
07.30 |
|
|
|
17.00 |
|
·
Misa Sabtu 19 Maret dan Minggu 20 Maret adalah : MINGGU PALMA. Semua Misa ada Pemberkatan Daun Palma. Diharapkan Umat membawa Daun Palma dari rumah masing-masing.
JADWAL PENGAKUAN DOSA
|
Senin, Selasa, Kamis |
Pagi: 07.30 – 10.00 |
|
Tgl. 7, 8, 10 Maret 2016 |
Sore: 17.00 – 20.00 |
2. MAJALAH KOMUNIKA. Januari s.d. Februari 2016, sudah terbit diharapkan para ketua lingkungan untuk mengambil majalah tersebut setelah Misa hari Sabtu dan Minggu.
3. BAPTIS BAYI BULAN MARET 2016. Akan diadakan baptisan bayi pada hari Sabtu, 12 Maret, pukul.09.00, pembekalan dan katekese orang tua bayi akan diadakan pada hari Rabu, 09 Maret 2016, pukul : 19.30 di aula Santo Benediktus. Formulir Pendaftaran dapat diambil di Sekretariat pada jam kerja. Catatan : Mohon hadir 15 Menit sebelum acara dimulai.
4. MISA ACIES. Akan diadakan pada hari Rabu, 9 Maret pukul 09.00 di Gereja. Diharapkan para Anggota Legioner aktif dan auksilier untuk hadir. Parkir di sekolah Santa Ursula.
5. DONOR DARAH. Akan diadakan pada hari Minggu, 13 Maret, pukul 10.00 di aula Santo Benediktus. Mohon partisipasi para pendonor.
6. MISA HARIAN DI STASI SANTO AMBROSIUS. Misa setiap hari pukul 06.00 pagi. Parkir di halaman gereja.
7. PERTEMUAN WARAKAWURI BULAN MARET. Pada hari Rabu,16 Maret, pukul 10.00 di aula Santo Benediktus. Diharapkan para Warakawuri untuk hadir. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN.
8. SEMINAR KESEHATAN.PSE bersama Lansia / Warakawuri St. Monika bekerja sama dengan Eka Hospital akan mengadakan Seminar Kesehatan dengan tema “Deteksi Dini Serangan Jantung & Stroke”. Pada hari Sabtu, 19 Maret 2016, jam 09.00 – 13.00WIB di Aula Gereja St. Ambrosius. Biaya Rp 25.000,- / orang (pengganti makan siang). Gratis goody bag & pemeriksaan “Know Your 5”. Pendaftaran setelah Misa. Hub: Flo: 0813.8137.9938.
9. APA ITU JALAN SALIB? Sejak abad pertama umat Kristiani telah mengadakan ziarah ke tanah kelahiran Yesus. Santa Helena, ibunda Raja Konstantin, melakukan ziarahnya yang terkenal itu pada abad ke-4 dalam usahanya untuk mengenali dari dekat tempat Yesus dilahirkan, wafat dan dimakamkan. Untuk jangka waktu yang pendek, yaitu setelah tahun 1199 ketika tentara-tentara Perang Salib berhasil menguasai Yerusalem dan wilayah sekitarnya, ziarah dapat dilakukan tanpa kesulitan. Tetapi sejak tahun 1291 setelah mereka kehilangan kekuasaan mereka atas daerah tersebut, ziarah menjadi lebih berbahaya dan mahal. Ibadat Jalan Salib bertujuan untuk menghadirkan Tanah Suci baik bagi mereka yang tidak dapat berziarah kesana maupun bagi mereka yang sudah berziarah kesana. Fransiskus dari Asisi mempunyai dua devosi yang amat mendalam yaitu Inkarnasi Yesus dan Sengsara Yesus, masing-masing dilambangkan dengan buaian dan salib. Para biarawan Fransiskan mempopulerkan devosi Jalan Salib sejak abad ke-14. Umat membuat perhentian-perhentian kecil di dalam gereja, kadang-kadang dibangun juga perhentian-perhentian yang besarnya seukuran manusia di luar gereja. Segera saja, hamper semua gereja telah memiliki Perhentian-perhentian Jalan Salib. Para biarawan Fransiskan juga menuliskan lirik Stabat Mater, yang biasanya dinyanyikan saat Ibadat Jalan Salib, baik dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Latin, maupun dalam bahasa setempat. Jumlah perhentian serta peristiwa-peristiwa JalanSalib yang dikenangkan bervariasi dari waktu ke waktu. Ke-14 peristiwa Jalan Salib yang sekarang ditetapkan oleh Paus Clement XII (1730-1740).Baik kita melakukan Ibadat Jalan Salib seorang diri atau bersama-sama dengan umat lain, di dalam gereja atau pun di ke-14 perhentian di luar gereja, ibadat ini menjadikan kisah sengsara dan wafat Yesus terasa nyata dan hidup.“dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”




