
Warta Monika 29 Nov 2015
1. BAPTIS BAYI BULAN DESEMBER 2015. Akan diadakan baptisan bayi pada hari Sabtu, 12 Desember, pukul.09.00, pertemuan orangtua bayi akan diadakan pada hari Rabu, 09 Desember, pukul : 19.30 di aula Santa Dorotea. Formulir Pendaftaran dapat diambil di Sekretariat pada jam kerja.
2. MISA JUMAT PERTAMA BULAN DESEMBER. Hari Jumat 4 Desember, pk. 19.30, di gereja. Parkir di sekolah Santa Ursula.
3. KOTAK DANA PARKIR MOBIL DAN MOTOR. Bagi Umat yang menggunakan kendaraan Mobil atau motor, mohon kesediannya untuk memberikan sumbangan dana parkir dengan memasukkan ke dalam kotak yang tersedia. Dana tersebut keseluruhannya dipergunakan untuk pengelolaan parkir di lapangan sekolah Santa Ursula. Banyak terima kasih atas kerjasama dan sumbangannya.
4. SURAT KENANG-KENANGAN SAKRAMEN PENGUATAN. 6 [enam] peserta yang belum mengambil, silahkan untuk segera mengambil surat tersebut di Sekretariat paroki pada jam kerja.
5. UCAPAN TERIMA KASIH. Kepada seluruh Umat Paroki yang telah berpartisipasi melalui kolekte yang ke-2, untuk panti Asuhan Vincentius-Jakarta, dalam Misa hari Sabtu 21 dan Minggu 22 November.
6. RANGKAIAN KEGIATAN PAROKI BULAN DESEMBER. [1]. Baptisan Natal, Dewasa & Remaja tgl. 11 Desember, pkl. 19.30 di Gereja, 12 Desember ; Baptiosan Bayi, pkl.09.00 di gereja. 13 Desember : Donor Darah. Pkl.10. 00 di aula Santo Benediktus. 14,15,16 Desember, Pengakuan dosa menyambut Natal. 24 Desember : Misa Malam Natal, 25 Desember : Misa Natal. 31 Desember : Misa tahun baru 2016 [ jadwal menyusul ] .
7. Lingkaran Adven: Lambang dan Maknanya. Pada Masa Adven, banyak keluarga memasang Lingkaran Adven di rumah mereka. Selain hiasan-hiasannya yang tampak semarak serta membangkitkan semangat, ada banyak sekali lambang yang terkandung di dalamnya, yang belum diketahui banyak orang. Pertama, karangan tersebut selalu berbentuk lingkaran. Karena lingkaran tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, maka lingkaran melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir.Lingkaran Adven selalu dibuat dari daun-daun evergreen. Dahan-dahan evergreen, sama seperti namanya “ever green” - senantiasa hijau, senantiasa hidup. Evergreen melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Kristus datang ke dunia untuk memberikan kehidupan yang tanpa akhir bagi kita. Tampak tersembul di antara daun-daun evergreen yang hijau adalah buah-buah beri merah. Buah-buah itu serupa tetesan-tetesan darah, lambang darah yang dicurahkan oleh Kristus demi umat manusia. Buah-buah itu mengingatkan kita bahwa Kristus datang ke dunia untuk wafat bagi kita dan dengan demikian menebus kita. Oleh karena Darah-Nya yang tercurah itu, kita beroleh hidup yang kekal. Empat batang lilin diletakkan sekeliling Lingkaran Adven, tiga lilin berwarna ungu dan yang lain berwarna merah muda. Lilin-lilin itu melambangkan keempat minggu dalam Masa Adven, yaitu masa persiapan kita menyambut Natal. Setiap hari, dalam bacaan Liturgi Perjanjian Lama dikisahkan tentang penantian bangsa Yahudi akan datangnya Sang Mesias, sementara dalam Perjanjian Baru mulai diperkenalkan tokoh-tokoh yang berperan dalam Kisah Natal. Pada awal Masa Adven, sebatang lilin dinyalakan, kemudian setiap minggu berikutnya lilin lain mulai dinyalakan. Seiring dengan bertambah terangnya Lingkaran Adven setiap minggu dengan bertambah banyaknya lilin yang dinyalakan, kita pun diingatkan bahwa kelahiran Sang Terang Dunia semakin dekat. Semoga jiwa kita juga semakin menyala dalam kasih kepada Bayi Yesus.Warna-warni keempat lilin juga memiliki makna tersendiri. Lilin ungu sebagai lambang pertobatan. Warna ungu mengingatkan kita bahwa Adven adalah masa di mana kita mempersiapkan jiwa kita untuk menerima Kristus pada Hari Natal. Lilin merah muda dinyalakan pada Hari Minggu Adven III yang disebut Minggu “Gaudete”. “Gaudete” adalah bahasa Latin yang berarti “sukacita”, melambangkan adanya sukacita di tengah masa pertobatan karena sukacita Natal hampir tiba. Warna merah muda dibuat dengan mencampurkan warna ungu dengan putih. Artinya, seolah-olah sukacita yang kita alami pada Hari Natal (yang dilambangkan dengan warna putih) sudah tidak tertahankan lagi dalam masa pertobatan ini (ungu) dan sedikit meledak dalam Masa Adven. Pada Hari Natal, keempat lilin tersebut digantikan dengan lilin-lilin putih - masa persiapan kita telah usai dan kita masuk dalam sukacita yang besar. Pada kaki setiap lilin, atau pada kaki Lingkaran Adven, ditempatkan sebuah mangkuk berwarna biru. Warna biru mengingatkan kita pada Bunda Maria, Bunda Allah, yang mengandung-Nya di dalam rahimnya serta melahirkan-Nya ke dunia pada hari Natal. Lingkaran Adven diletakkan di tempat yang menyolok di gereja. Para keluarga memasang Lingkaran Adven yang lebih kecil di rumah mereka. Lingkaran Adven kecil ini mengingatkan mereka akan Lingkaran Adven di Gereja dan dengan demikian mengingatkan hubungan antara mereka dengan Gereja. Lilin dinyalakan pada saat makan bersama. Berdoa bersama sekeliling meja makan mengingatkan mereka akan meja perjamuan Tuhan di mana mereka berkumpul bersama setiap minggu untuk merayakan perjamuan Ekaristi - santapan dari Tuhan bagi jiwa kita.Jadi, nanti jika kalian melihat atau memasang Lingkaran Adven, jangan menganggapnya sebagai hiasan yang indah saja. Ingatlah akan semua makna yang dilambangkannya, karena Lingkaran Adven hendak mengingatkan kita akan perlunya persiapan jiwa sehingga kita dapat sepenuhnya ambil bagian dalam sukacita besar Kelahiran Kristus, Putera Allah, yang telah memberikan Diri-Nya bagi kita agar kita beroleh hidup yang kekal.“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”




