APAKAH RELIKUI MASIH DIPERLUKAN?
Relikui adalah peninggalan fisik dari orang-orang kudus atau martir yang wafat demi iman akan Kristus. Relikui bisa berupa bagian dari tubuh, pakaian, dsb. Kebiasaan memasang relikui pada altar sudah berlangsung sejak berabad-abad. Biasanya yang disimpan adalah relikui dari tubuh atau bahkan jenasah sang martir atau orang kudus. Kini menyimpan relikui tidak lagi diharuskan. Relikui yang disimpan pada altar hendaknya tidak mengandung keraguan akan keasliannya. Maka, jika relikui itu kurang diyakini keotentikannya, lebih baik tidak disimpan di altar. Jika otentik, maka pemasangannya pun sebaiknya tidak “di atas altar” melainkan “di dalam atau di bawah altar” yang akan didedikasikan.
APA ARTI MENYIMPAN RELIKUI ITU?
Jangan disalahartikan. Kita tidak membangun altar bagi para kudus itu, melainkan bagi Allah yang Esa. Pengorbanan para kudus dan martir kita hormati dan kita kenangkan saat mendirikan altar itu. Maka, relikui itu diletakkan di bawah altar. Jangan pula sekali-kali meletakkan relikui, patung, atau gambar orang kudus atau martir di atas meja altar. Sumber: “Simbol-Simbol Sekitar Perayaan Ekaristi: Altar”; Pamflet Liturgi M3 Mengalami, Merawat, Menarikan Liturgi; diterbitkan oleh ILSKI (Institut Liturgi Sang Kristus Indonesia); Jalan Nias 2, Bandung 40117; phone: 022 4207943 / 4217962 (ext 113)




