Sebagian orang percaya akan adanya semacam medan energi yang mengelilingi manusia. Energi ini biasa disebut aura atau halo atau numbus. Kadangkala para pelukis menggambarkan medan energi yang mengelilingi para kudus dengan suatu lingkaran cahaya di sekeliling kepala orang kudus yang dilukisnya. Beberapa pelukis bahkan menggambarkan lingkaran cahaya yang mengelilingi seluruh tubuh orang kudus. Lingkaran cahaya itu bentuknya lonjong () dan sudah lazim pada karya seni jaman itu. Jika yang digambarkan adalah Allah (misalnya Yesus atau salah satu pribadi dalam Tritunggal Maha Kudus) pelukis akan menambahkan tiga buah sinar pada lingkaran cahaya yang dilukisnya untuk menunjukkan bahwa lukisan tersebut adalah lukisan Allah. Ide menggambarkan lingkaran cahaya ini mungkin datang dari adanya cincin cahaya yang kadang-kadang muncul di sekeliling bulan dan bahkan matahari. Cincin itu muncul ketika kristal es yang dingin terbentuk di lapisan atas atmosfir. Cahaya yang berasal dari bulan atau matahari dibiaskan atau dibelokkan oleh kristal. Kata “halo” berasal dari bahasa Yunani kuno yang artinya “lingkaran bulan”. sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com. “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”




